Oleh: Dhita Karuniawati )*
Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pemerintah berada pada fase penting untuk mengevaluasi sekaligus mengonsolidasikan pelaksanaan agenda prioritas. Dua tahun bukan akhir dari perjalanan pemerintahan, tetapi menjadi titik untuk memastikan kebijakan yang telah dirancang dapat menghasilkan dampak semakin nyata bagi masyarakat.
Salah satu sinyal konsolidasi tersebut terlihat dari pergantian Menteri Keuangan. Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno menilai perubahan itu tidak semata-mata berkaitan dengan pergantian personel, melainkan bagian dari evaluasi kinerja menjelang dua tahun pemerintahan. Sektor ekonomi dan keuangan membutuhkan inovasi serta perbaikan kinerja agar ekspektasi publik terhadap pemerintah dapat dijawab lebih cepat. Pergantian menteri menjadi salah satu instrumen presiden untuk mendorong perubahan dan memastikan kebijakan ekonomi memberikan hasil yang lebih signifikan.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa memasuki fase berikutnya, ukuran keberhasilan pemerintahan tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya program atau kebijakan yang diluncurkan. Tantangan utamanya adalah memastikan program tersebut berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Konsolidasi juga membutuhkan stabilitas politik agar agenda pemerintahan tidak terganggu oleh konflik berkepanjangan. Ketua Umum All Cipayung Nusantara David Pajung mengungkapkan pesan Presiden ke-7 Joko Widodo kepada para relawan dalam sebuah forum silaturahmi. Jokowi meminta relawan menopang pemerintahan Prabowo-Gibran hingga 2029 dan menekankan pentingnya stabilitas serta kondusivitas politik agar pemerintahan dapat menjalankan tugas dengan baik.