Jakarta – Pemerintah memperkuat langkah mitigasi untuk menjaga keandalan fasilitas energi dan kelancaran distribusi di tengah dampak fenomena El Nino 2026. Ancaman cuaca ekstrem, kekeringan, serta peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan diantisipasi melalui koordinasi lintas sektor agar operasional fasilitas energi dan pasokan kepada masyarakat tetap terjaga.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah telah melakukan langkah mitigasi terhadap risiko El Nino di sejumlah fasilitas energi. Salah satunya adalah fasilitas LNG Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat, yang sempat berada dalam ancaman karhutla.
“Kita tahu bahwa El Nino ini berdampak tidak hanya pada sektor pertanian, tapi hampir semua sektor termasuk energi,” kata Bahlil.