Presiden Prabowo Tegaskan Peran Indonesia dalam KTT BRICS ke-18 di New Delhi

Menurut Narendra Modi, negara-negara BRICS perlu mengandalkan kemitraan dan aksi kolektif untuk menjembatani kesenjangan antara berbagai komitmen dengan hasil yang benar-benar dapat dirasakan. Deklarasi New Delhi, dalam pandangannya, memberikan arah yang lebih jelas bagi tekad bersama negara-negara anggota untuk mewujudkan tujuan tersebut. Pernyataan itu sejalan dengan penekanan Prabowo Subianto bahwa kekuatan bersama harus menghasilkan perubahan nyata, bukan sekadar berhenti pada dokumen dan pernyataan politik.

Pertemuan di New Delhi sekaligus memperlihatkan semakin pentingnya kerja sama antarnegara berkembang dalam menghadapi tantangan global. Ketidakpastian ekonomi, perubahan geopolitik, persoalan energi, pangan, dan kesenjangan pembangunan membutuhkan pendekatan bersama yang lebih kuat. Dalam situasi seperti itu, BRICS dapat menjadi ruang strategis bagi negara-negara anggotanya untuk memperluas kerja sama dan memperjuangkan kepentingan bersama dalam sistem global yang lebih kompleks.

Bagi Indonesia, keterlibatan aktif dalam forum internasional seperti BRICS harus terus diarahkan pada hasil yang memberikan manfaat nyata bagi kepentingan nasional dan masyarakat. Penegasan Prabowo Subianto mengenai kekuatan kolektif dan pentingnya tatanan dunia yang lebih adil menjadi pesan bahwa Indonesia ingin mengambil peran lebih besar tanpa meninggalkan prinsip kerja sama dan kesetaraan. Ke depan, keberhasilan berbagai komitmen dalam Deklarasi New Delhi akan sangat bergantung pada kesungguhan negara-negara anggota untuk mengubah kesepakatan menjadi tindakan, sehingga kerja sama BRICS benar-benar mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat suara Global South di panggung dunia.

*) Pengamat Kebijakan Luar Negeri dan Ekonomi Global

Pos terkait