Penegasan Presiden Prabowo juga mencerminkan harapan agar negara-negara berkembang tidak lagi hanya menjadi penonton dalam pengambilan keputusan global. Selama ini, sejumlah persoalan internasional masih memperlihatkan adanya ketimpangan dalam representasi dan pengaruh negara-negara berkembang. Karena itu, kerja sama melalui BRICS dipandang dapat menjadi salah satu jalur untuk memperkuat posisi bersama, terutama dalam memperjuangkan kepentingan ekonomi, pembangunan, dan tata kelola internasional yang lebih inklusif.
Menurut Prabowo Subianto, kekuatan yang dimiliki BRICS juga perlu diarahkan untuk membangun tatanan internasional yang lebih adil dan setara. Kerja sama yang semakin kuat antaranggota diharapkan dapat memastikan suara negara-negara Global South semakin diperhitungkan dalam berbagai pengambilan keputusan di tingkat dunia. Dalam konteks tersebut, Indonesia memiliki kepentingan untuk terus menjaga politik luar negeri yang aktif sekaligus memperluas kemitraan strategis dengan berbagai negara.
Kehadiran Indonesia dalam KTT BRICS ke-18 juga dapat dibaca sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat posisi nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. Selama satu tahun pemerintahan, pemerintah telah mendorong berbagai agenda pembangunan, mulai dari penguatan ketahanan pangan dan energi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembangunan infrastruktur, hingga upaya memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama internasional. Berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa diplomasi luar negeri dan pembangunan dalam negeri berjalan dalam satu arah, yakni menjaga kepentingan nasional sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi pertumbuhan Indonesia.
Sementara itu, Perdana Menteri Republik India Narendra Modi menyoroti perlunya pembaruan terhadap institusi-institusi global agar mampu menjawab perubahan dunia yang berlangsung semakin cepat. Narendra Modi menilai persoalan representasi, daya tanggap, dan aturan keterlibatan perlu mendapatkan perhatian bersama agar sistem internasional dapat bekerja lebih efektif dan mencerminkan kondisi dunia saat ini.