Bantuan Beras hingga Desember Menjadi Tameng Rakyat Menghadapi Dampak El Nino

Oleh: Dwi Saputri)*

Pemerintah resmi memperpanjang penyaluran bantuan sosial pangan berupa beras hingga Desember 2026. Keputusan Presiden Prabowo Subianto tersebut menjadi langkah strategis untuk melindungi masyarakat dari tekanan ekonomi akibat rentetan bencana alam serta fenomena El Nino yang diperkirakan masih berlangsung.

Perpanjangan bantuan beras menunjukkan bahwa pemerintah menyadari dampak perubahan iklim tidak berhenti pada persoalan cuaca. El Nino dapat memengaruhi produksi pertanian, mengganggu pasokan pangan, serta mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok. Dampaknya paling berat dirasakan keluarga miskin dan kurang mampu karena sebagian besar pendapatannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Keputusan tersebut juga didasarkan pada evaluasi pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat di tengah situasi darurat bencana, termasuk dampak erupsi sejumlah gunung berapi di Indonesia. Bencana tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga dapat merusak lahan pertanian, menghentikan kegiatan usaha, menghambat distribusi, dan mengurangi pendapatan keluarga terdampak.

Dalam keadaan seperti ini, bantuan pangan memiliki arti lebih besar daripada sekadar pembagian beras. Program tersebut menjadi tameng yang menjaga masyarakat agar tidak semakin rentan ketika pendapatan menurun dan harga kebutuhan berpotensi meningkat. Bantuan pangan yang semula direncanakan berakhir pada September pun dipastikan berlanjut hingga penghujung tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah mempersiapkan anggaran sebesar Rp17 triliun untuk bantuan beras kepada 33,2 juta keluarga miskin atau kurang mampu sepanjang kuartal IV 2026. Besarnya anggaran dan cakupan penerima memperlihatkan kesungguhan pemerintah dalam menjaga daya beli sekaligus memperkuat jaring pengaman sosial.

Pos terkait