Dari perspektif masyarakat, inisiatif tersebut juga memperoleh respons positif. Ketua Milenial Muslim Bersatu (MMB), Khairul Anam, menilai bahwa tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan hanya keinginan memiliki rumah, tetapi bagaimana memperoleh akses pembiayaan yang benar-benar terjangkau. Menurutnya, skema uang muka rendah, tenor panjang, dan bunga yang kompetitif memberikan ruang bagi kelompok usia produktif untuk mulai merencanakan kepemilikan rumah tanpa harus terbebani biaya awal yang tinggi. Ia berpandangan bahwa langkah pemerintah mempertemukan lembaga pembiayaan, pengembang, dan masyarakat dalam satu forum akan mempercepat lahirnya solusi konkret dibandingkan pendekatan yang berjalan secara terpisah. Di saat yang sama, kepemilikan rumah juga menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga muda di masa depan.
Lebih jauh, keberadaan Danantara Housing Expo menjadi representasi pergeseran paradigma bahwa kebijakan publik yang efektif tidak lagi bertumpu pada pembangunan fisik semata, melainkan pada rekayasa dan penguatan ekosistem lintas sektoral. Melalui inisiatif ini, pemerintah tidak hanya bertindak sebagai pelaksana, tetapi berevolusi menjadi orkestrator yang mempertemukan regulator, lembaga investasi, institusi pembiayaan, pengembang pro-rakyat, hingga masyarakat akar rumput dalam satu rantai nilai yang integratif. Pendekatan holistik semacam ini terbukti secara strategis mampu memangkas birokrasi, menciptakan efisiensi pembiayaan, memantik efek pengganda (multiplier effect) bagi roda perekonomian nasional, sekaligus memperluas akses kelompok rentan dan menengah terhadap hunian yang layak.
Parameter keberhasilan Program 3 Juta Rumah tidak boleh direduksi sekadar pada pencapaian target kuantitatif jumlah unit yang terbangun. Tolok ukur sesungguhnya justru terletak pada tingkat keterhunian, keterjangkauan finansial yang berkelanjutan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Di sinilah Danantara Housing Expo hadir sebagai purwarupa kolaborasi strategis yang merespons kecemasan generasi muda dan pekerja kelas menengah terhadap krisis kepemilikan rumah. Dengan langkah nyata dan sinergi yang terus diperkuat, optimisme pemenuhan hak dasar perumahan bagi seluruh rakyat Indonesia menjadi semakin terang benderang, memantapkan langkah bangsa menuju visi Indonesia yang lebih sejahtera dan berdaya saing.
*) Penulis merupakan Pengamat Sosial