Elektrifikasi Desa Jadi Bukti Komitmen Pemerintah Hadirkan Listrik hingga Pelosok

Selain memperluas jaringan listrik, pemerintah juga mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt. Menurut Bahlil Lahadalia, tahap pertama proyek energi bersih tersebut telah disetujui dan akan segera dimulai. Program ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan sistem kelistrikan yang lebih berkelanjutan melalui pemanfaatan energi baru terbarukan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Percepatan elektrifikasi desa menjadi bagian dari target pemerintah untuk mencapai rasio elektrifikasi nasional mendekati 100 persen pada 2029 sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2025 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026. Target tersebut diperkuat melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 316.K/TL.03/MEM.L/2025 mengenai Peta Jalan Program Listrik Perdesaan dan Bantuan Pasang Baru Listrik Tahun 2025-2029. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) sebelumnya juga menjelaskan bahwa kebijakan tersebut menjadi acuan pemerintah dalam memperluas akses listrik secara bertahap di seluruh Indonesia.

Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah menyiapkan tiga strategi utama. Pertama, memperluas jaringan listrik ke wilayah yang telah berada di sekitar jaringan PT PLN (Persero). Kedua, membangun mini grid berbasis potensi energi lokal, termasuk energi baru terbarukan, bagi wilayah terpencil maupun kepulauan. Ketiga, menyediakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya individual yang dilengkapi baterai bagi permukiman yang tersebar dan belum ekonomis dijangkau jaringan listrik utama.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar peningkatan angka rasio elektrifikasi, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi yang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia. Pendekatan yang fleksibel diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan tanpa mengabaikan efisiensi maupun keberlanjutan penggunaan energi.

Berdasarkan data resmi PT PLN (Persero), berbagai kebijakan itu telah menghasilkan capaian yang menggembirakan. Rasio elektrifikasi nasional kini mencapai 99,83 persen, sementara rasio desa berlistrik telah mencapai 99,97 persen dan rasio elektrifikasi yang dilayani langsung oleh PLN berada pada angka 98,56 persen. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia semakin dekat dengan target elektrifikasi menyeluruh sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Pos terkait