Elektrifikasi Desa Jadi Bukti Komitmen Pemerintah Hadirkan Listrik hingga Pelosok

Oleh: Fajar Pradana

Pemerataan akses listrik merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan di Indonesia. Kehadiran listrik hingga ke pelosok desa bukan hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga membuka peluang peningkatan kualitas hidup, pertumbuhan ekonomi, serta pemerataan pembangunan nasional. Karena itu, percepatan Program Listrik Desa menjadi langkah strategis yang patut didukung sebagai wujud nyata komitmen pemerintah menghadirkan pelayanan yang setara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus mempercepat pembangunan sektor energi melalui Program Listrik Desa. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan meresmikan penyambungan listrik di sekitar 1.400 desa sebelum 14 Agustus 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses energi bagi masyarakat yang selama ini belum menikmati layanan listrik secara memadai, khususnya di wilayah terpencil, kepulauan, dan daerah perbatasan.

Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa hingga kini masih terdapat sekitar 11.000 desa yang belum sepenuhnya teraliri listrik. Pemerintah pun melakukan percepatan secara bertahap dan sejak akhir 2025 telah berhasil menghadirkan listrik di 1.400 desa. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengurangi kesenjangan pembangunan anta

rwilayah sekaligus memastikan masyarakat di daerah terpencil memperoleh hak yang sama atas layanan energi.

Pos terkait