Selain fokus pada hilirisasi komoditas tambang, Presiden juga menginstruksikan jajarannya untuk mengoptimalkan potensi energi domestik demi menekan angka impor negara.
“Bapak Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi-potensi energi yang ada di kita baik itu etanol, baik itu biodiesel, dari CPO-CPO,” ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Dengan fokus pada sektor-sektor strategis, pemerintah optimistis hilirisasi akan memperkuat ketahanan energi, meningkatkan nilai tambah industri nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta membuka peluang kerja yang luas bagi masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pembangunan ekonomi Indonesia diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.