Faisyal menambahkan, program ini juga berpeluang mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap praktik perantara yang selama ini mengambil margin cukup besar. Dengan demikian, manfaat ekonomi dapat lebih banyak dirasakan langsung oleh pelaku usaha di tingkat desa.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya pengawasan yang kuat serta penyesuaian model koperasi dengan karakteristik ekonomi masing-masing daerah. Menurutnya, kebutuhan masyarakat pesisir, pertanian, maupun ekonomi kreatif memiliki tantangan yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan yang sesuai.
“Jika dikelola dengan baik, diawasi secara ketat, dan disesuaikan dengan kebutuhan lokal, Koperasi Merah Putih dapat menjadi gerakan ekonomi baru berbasis kerakyatan yang memperkuat kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan,” pungkasnya.