Tanpa Ribet Daftar, Sekolah Rakyat Percepat Akses Pendidikan Bermutu bagi Anak Rentan

JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat strategi pengelolaan investasi nasional melalui berbagai program prioritas yang berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia. Langkah ini dinilai menjadi bagian penting dalam meredam dampak dinamika global, sekaligus memastikan stabilitas sosial-ekonomi jangka panjang. Salah satu implementasi konkret terlihat melalui penguatan program Sekolah Rakyat yang menyasar kelompok masyarakat miskin ekstrem.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menggelar kunjungan jurnalistik ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 di Kota Probolinggo, Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan memperkuat publikasi serta memberikan gambaran langsung mengenai pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto di sektor pendidikan.

Direktur Ekosistem Media Kemkomdigi, Farida Dewi Maharani, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut menjadi sarana untuk memastikan transparansi informasi kepada publik.

“Jika pada awal peluncuran masih dalam tahap persiapan, kini Sekolah Rakyat sudah menerima siswa dan menjalankan proses pembelajaran secara aktif. Kami ingin memastikan publik mendapatkan informasi yang komprehensif, termasuk pengalaman langsung dari siswa, guru, hingga orang tua,” ujarnya.

Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari investasi sosial pemerintah yang dirancang untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan gratis berbasis asrama. Sejak diluncurkan pada 14 Juli 2025, program ini tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, penguatan nilai kebangsaan, serta pengembangan keterampilan vokasi.

Pos terkait