KALABAHI, WARTAALOR.COM – Kondisi kesehatan Bupati Alor, Iskandar Lakamau, yang mengalami sakit sejak Juli 2025 hingga kini terus menjadi perhatian publik. Masyarakat menilai bahwa sakit merupakan hal manusiawi, namun roda pemerintahan tidak boleh ikut melemah apalagi lumpuh.
Perbincangan publik di media sosial, khususnya Facebook, semakin ramai setelah muncul unggahan dari salah satu tim sukses Bupati dan Wakil Bupati Alor, Andrew Gomang, pada Sabtu (11/4/2026). Unggahan tersebut membandingkan kondisi pemerintahan Kabupaten Alor saat ini dengan pemerintahan Provinsi NTT pada masa Gubernur Piet A. Tallo dan Wakil Gubernur Frans Lebu Raya.
Dalam unggahannya, Andrew Gomang menyebut bahwa saat Piet A. Tallo sakit pada periode kedua kepemimpinannya, roda pemerintahan tetap berjalan normal karena Wakil Gubernur Frans Lebu Raya menjalankan tugas pemerintahan hingga akhir masa jabatan. Ia menilai kondisi serupa terjadi di Kabupaten Alor, di mana Bupati Iskandar Lakamau sedang dalam tahap pemulihan dan Wakil Bupati Rocky Winaryo menjalankan tugas pemerintahan sementara dengan tetap berkoordinasi.
Andrew juga mengingatkan agar tidak membangun narasi negatif terhadap kepemimpinan daerah, serta menegaskan bahwa pasangan Iskandar Lakamau dan Rocky Winaryo tetap memimpin hingga akhir masa jabatan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015.
Warganet Kritik Kinerja Pemerintahan
Unggahan tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah warganet. Salah satu pengguna Facebook, Muhammad Palae, menyampaikan kritik bahwa masyarakat sebenarnya masih bisa memahami kondisi sakit seorang bupati, tetapi tidak bisa menerima jika pemerintahan ikut mengalami stagnasi.
Menurutnya, undang-undang telah mengatur bahwa roda pemerintahan tidak boleh berhenti karena sudah ada wakil kepala daerah dan sistem pemerintahan yang berjalan.
“Kadang kita tidak kekurangan pemimpin, kita hanya kekurangan kehadiran pemimpin. Sakit itu manusiawi, tetapi pemerintahan tidak boleh ikut sakit. Rakyat butuh kepastian, bukan alasan,” tulisnya dalam kolom komentar.
