KALABAHI, WARTAALOR.COM — Harapan masyarakat Kecamatan Pureman, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk menikmati layanan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) akhirnya mulai menemui titik terang. Wilayah yang berhadapan langsung dengan Timor Leste ini selama puluhan tahun belum tersentuh jaringan listrik, sehingga dipastikan menjadi prioritas pembangunan jaringan listrik PLN pada tahun 2026.
Kepastian ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kalabahi dengan Komisi II DPRD Kabupaten Alor, yang berlangsung pada Selasa, 10 Maret 2026.
Manager PLN ULP Kalabahi, Yokanan Tri Kurniawan Pamungkas, menjelaskan bahwa penetapan Kecamatan Pureman sebagai wilayah prioritas pembangunan jaringan listrik merupakan tindak lanjut dari arahan PLN wilayah Kupang, setelah dilakukan survei awal terkait kelayakan teknis pembangunan jaringan.
Menurutnya, hasil survei awal menunjukkan bahwa wilayah Pureman dinilai sangat layak untuk segera dialiri listrik, sehingga PLN akan segera melakukan survei kelayakan final sebagai tahapan lanjutan sebelum pembangunan jaringan dilaksanakan.
“Kami telah mendapatkan instruksi langsung dari PLN Kupang untuk segera melakukan survei kelayakan final di Kecamatan Pureman. Sebenarnya survei awal sudah kami lakukan dan hasilnya wilayah ini sangat layak untuk dibangun jaringan listrik. Karena itu, Pureman ditetapkan sebagai salah satu prioritas pembangunan pada tahun 2026,” ujar Yokanan.
Ia menambahkan bahwa pembangunan jaringan listrik di wilayah perbatasan merupakan bagian dari upaya pemerintah melalui PLN untuk meningkatkan rasio elektrifikasi sekaligus mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur energi hingga ke wilayah terluar dan perbatasan negara.
Penetapan Pureman sebagai prioritas pembangunan jaringan listrik juga tidak terlepas dari berbagai aspirasi masyarakat yang selama ini disampaikan melalui forum perencanaan pembangunan daerah.
Pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Pureman pada Februari 2026, Anggota DPRD Kabupaten Alor Joni Tulimau telah menyampaikan kepada masyarakat bahwa pihaknya bersama sejumlah anggota DPRD lainnya sedang memperjuangkan pembangunan jaringan listrik untuk wilayah Pureman serta beberapa wilayah lain di Kabupaten Alor yang belum terjangkau listrik PLN.
Selain Kecamatan Pureman, rencana pembangunan jaringan listrik juga akan menjangkau beberapa desa di wilayah lain, di antaranya:
Kecamatan Alor Timur
- Desa Elok
- Kunatena (Desa Kolana Selatan)
- Kopa (Desa Maukuru)
- Waika (Desa Mausamang)
Kecamatan Alor Timur Laut
- Desa Pido
- Desa Lipang
Wilayah-wilayah tersebut merupakan daerah yang hingga saat ini masih memiliki keterbatasan akses terhadap listrik PLN.
Aspirasi masyarakat terkait kebutuhan listrik di wilayah perbatasan Kabupaten Alor juga mendapat perhatian dari tingkat nasional.
Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, turut menyerap langsung keluhan masyarakat saat melaksanakan kunjungan reses selama sembilan hari di Kabupaten Alor beberapa waktu lalu.
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Julie kemudian melakukan koordinasi dengan pimpinan PLN di Kupang guna mendorong percepatan pembangunan jaringan listrik di wilayah yang belum teraliri listrik, termasuk Kecamatan Pureman.
Upaya tersebut mendapat respons positif dari PLN wilayah Kupang yang kemudian menginstruksikan PLN ULP Kalabahi untuk memprioritaskan pembangunan jaringan listrik di wilayah tersebut.
Menanggapi perkembangan tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Alor, Joni Tulimau, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memperjuangkan kebutuhan listrik bagi masyarakat di wilayah tersebut, terutama kepada Julie Sutrisno Laiskodat serta pihak PLN yang telah merespons aspirasi masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras memperjuangkan kebutuhan listrik bagi masyarakat, khususnya kepada Ibu Julie Laiskodat yang telah membantu memperjuangkan aspirasi ini di tingkat pusat, serta kepada PLN yang telah memberikan perhatian serius terhadap wilayah Pureman,” ujar Joni.
Ia berharap proses survei hingga pembangunan jaringan listrik dapat berjalan lancar sehingga masyarakat Pureman dapat segera menikmati layanan listrik dalam waktu dekat.
“Ini adalah penantian panjang masyarakat. Kami berharap impian masyarakat Pureman untuk menikmati listrik PLN tidak lagi menjadi sekadar harapan, tetapi benar-benar terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama,” tambahnya.
Dengan masuknya jaringan listrik PLN, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Pureman dan sekitarnya dapat berkembang lebih pesat. Selain itu, ketersediaan listrik juga diyakini akan meningkatkan kualitas layanan pendidikan, kesehatan, serta berbagai aktivitas sosial masyarakat.
Pemerataan infrastruktur energi di wilayah perbatasan ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan negara sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ***(joka)
