Video Musrenbang dan Dugaan Kunjungan Pribadi Iskandar Lakamau Jadi Sorotan Publik

Screenshot potongan video Bupati Alor Iskandar Lakamau dan Wakil Bupati Rocky Winaryo asyik ngobrol disela-sela kegiatan Musrenbang di Kecamatan Lembur, Senin, 9 Februari lalu

KALABAHI, WARTAALOR.COM – Sebuah video berdurasi 21 detik yang memperlihatkan Bupati Alor, Iskandar Lakamau, bersama Wakil Bupati Rocky Winaryo saat menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Lembur, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Senin (9/2/2026), menjadi viral di media sosial Facebook dan memicu beragam reaksi masyarakat.

Video tersebut diunggah oleh sejumlah akun Facebook, salah satunya akun bernama Sebastianb. Dalam rekaman itu, Bupati dan Wakil Bupati tampak berbincang santai di sela kegiatan Musrenbang. Unggahan tersebut kemudian menuai komentar beragam, mulai dari kritik hingga tanggapan yang menilai situasi tersebut sebagai hal biasa dalam kegiatan pemerintahan.

Perhatian publik terhadap video tersebut semakin meningkat setelah muncul informasi mengenai dugaan kunjungan pribadi Bupati ke rumah seorang aparatur sipil negara (ASN) perempuan berinisial YS di Kecamatan Teluk Mutiara pada Sabtu (7/2/2026). Kunjungan tersebut disebut berujung keributan dan sempat dilaporkan ke Polres Alor.

Bacaan Lainnya

Aktivis masyarakat Alor, Lomboan Djahamou, melalui unggahan di Facebook menyampaikan kekecewaannya. Ia mempertanyakan kehadiran Bupati dalam kegiatan Musrenbang dan kunjungan pribadi tersebut, namun tidak terlihat dalam penjemputan Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, saat kunjungan kerja ke Alor pada Selasa (10/2/2026).

Sejumlah komentar warganet menilai tindakan Bupati tidak perlu dipersoalkan, sementara lainnya menyarankan agar Bupati mempertimbangkan mundur dari jabatan, mengingat kondisi kesehatan yang disebut masih dalam masa pemulihan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bupati diduga mendatangi rumah YS pada Sabtu sore menggunakan kendaraan dinas, didampingi sopir pribadi dari rumah jabatan. Kunjungan tersebut disebut tidak diketahui oleh pihak keluarga.

Pada malam harinya, putra Bupati, Gerry Lakamau, mendatangi lokasi setelah memperoleh informasi mengenai keberadaan ayahnya di rumah YS. Kedatangannya diduga memicu keributan yang membuat YS merasa tidak nyaman.

YS kemudian mendatangi Polres Alor untuk melaporkan kejadian tersebut. Namun, laporan tidak dilanjutkan setelah dilakukan mediasi oleh pihak keluarga, termasuk seorang anggota keluarga bernama Benyamin. Kedua belah pihak disebut sepakat berdamai, meskipun terdapat informasi lain yang menyebutkan status laporan masih belum jelas.

Kapolres Alor, Nur Azhari, membenarkan bahwa YS sempat datang ke kantor polisi untuk melaporkan keributan di rumahnya. Namun, laporan tersebut tidak jadi dibuat setelah dilakukan mediasi dan kesepakatan damai antara pihak-pihak terkait.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Protokol dan Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Alor, Tertius Lanmai, menyatakan belum dapat memberikan keterangan resmi karena masih perlu memverifikasi keakuratan informasi.

“Soal hal ini saya masih off the record karena belum mengidentifikasi keakuratannya. Saya perlu mengecek langsung ke sumber informasi. Kejadian ini terjadi di luar pantauan kami selaku protokol,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari Iskandar Lakamau maupun pihak keluarga terkait dugaan kunjungan pribadi tersebut dan polemik yang berkembang di masyarakat.

Peristiwa ini terus menjadi perhatian publik di Kabupaten Alor, terutama di tengah harapan masyarakat terhadap stabilitas kepemimpinan dan pelayanan publik yang optimal. ***(joka)

Pos terkait