Jakarta – Pemerintah terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT) melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai bagian dari strategi investasi publik-swasta untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Melalui inisiatif Danantara, Indonesia bersiap membangun tujuh proyek PLTSa mulai 2026, yang diproyeksikan membuka peluang ekonomi baru, termasuk penciptaan lapangan kerja hijau dan pertumbuhan sektor penunjang.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa PLTSa menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah dalam mempercepat transformasi energi sekaligus menjawab permasalahan sampah di daerah urban dan destinasi wisata. Ia menuturkan Indonesia telah berkomitmen untuk membangun PLTSa secara bertahap, sejalan dengan rencana pembangunan tujuh pembangkit pada 2026.
“Melalui Danantara, Indonesia sudah berkomitmen membangun PLTSa, di mana tujuh proyek direncanakan dibangun pada 2026,” kata Airlangga.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan PLTSa memiliki dampak ekonomi yang melampaui sektor energi, termasuk peningkatan kualitas ekosistem pariwisata nasional. Menurutnya, kota yang bersih dan terbebas dari timbunan sampah akan meningkatkan daya saing destinasi wisata, terutama daerah yang bergantung pada pendapatan sektor pariwisata.