Kalabahi, wartaalor.com – Kampus STIKIP Muhammadiyah Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, menyelenggarakan kegiatan Seminar Kesehatan yang berfokus pada peningkatan pemahaman pelajar dan remaja mengenai bahaya HIV/AIDS. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 dan Milad STIKIP Muhammadiyah Kalabahi ke-11, yang diperingati setiap tanggal 18 November 2025.
Seminar ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi, tetapi juga sebagai upaya strategis dalam membangun kesadaran kesehatan di kalangan generasi muda.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pengetahuan komprehensif mengenai HIV/AIDS, mulai dari definisi, mekanisme penularan, hingga dampak kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang.
Narasumber menjelaskan bahwa penularan HIV terjadi melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, hubungan seksual berisiko tanpa pengaman, serta penggunaan jarum suntik yang tidak steril. Penekanan khusus diberikan pada fakta bahwa HIV tidak menular melalui interaksi sosial sehari-hari seperti berpelukan, bersalaman, berbagi makanan, atau berada dalam lingkungan yang sama dengan orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA). Dengan penjelasan ini, peserta diharapkan mampu mengurangi stigma sosial yang sering dialami ODHA dan membangun sikap empati serta kepedulian.
Dua narasumber yang hadir dalam seminar ini adalah dr. Annisa Nurul Zahra dan dr. Muharif Bethan, yang keduanya memberikan paparan ilmiah dan mudah dipahami oleh peserta yang meliputi mahasiswa dan pelajar. Mereka menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup sehat, termasuk menjaga pergaulan yang positif, menghindari seks bebas, menjauhi penggunaan narkoba dalam bentuk apa pun, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Para remaja dan pelajar diajak untuk menjadi agen perubahan (agent of change) dengan menyebarkan informasi yang benar mengenai HIV/AIDS kepada teman sebaya serta menciptakan lingkungan sosial yang saling mendukung dan bebas dari perilaku berisiko.
Melalui pendekatan edukasi preventif ini, STIKIP Muhammadiyah Kalabahi berharap agar pelajar dan remaja di Kabupaten Alor dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki literasi kesehatan reproduksi yang baik, memiliki sikap waspada terhadap risiko HIV/AIDS, serta mampu mengambil keputusan yang tepat demi masa depan yang lebih sehat, aman, dan produktif. Seminar ini menjadi langkah konkret dalam mendukung upaya pemerintah dan masyarakat dalam menekan angka penularan HIV/AIDS di daerah.
Selain kegiatan seminar kesehatan, rangkaian Milad Muhammadiyah dan Milad STIKIP Muhammadiyah Kalabahi juga diisi dengan kegiatan jalan sehat yang melibatkan sivitas akademika dan masyarakat sekitar.
Pada puncak acara yang akan diselenggarakan esok hari, akan dilaksanakan sejumlah agenda penting, antara lain: pertandingan badminton, penyerahan SK Izin Operasional TK Aisyiyah Leisa, serta penyerahan cinderamata kepada para pendahulu STIKIP Muhammadiyah sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam pengembangan institusi.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, STIKIP Muhammadiyah Kalabahi menegaskan komitmennya dalam membangun masyarakat yang sehat, berpengetahuan, dan berkarakter, sesuai dengan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.
Sebelumnya, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Alor, Raspa Laa S.PdI., M.Pd mengatakan, bahwa kasus HIV/AIDS saat ini cukup tinggi di Alor. Karena itu ia mengharapkan peserta yang hadir agar mengikuti materi yang disampaikan itu dengan baik.
“HIV/AIDS ini sudah tidak menjadi rahasia umum lagi. Karena itu diharapkan peserta dapat mengikuti materi dengan baik, agar bisa menambah pengetahuan tentang bahaya penyakit HIV/AIDS,” ujar Raspa Laa.
Sementara itu, Ketua STIKIP Muhammadiyah Kalabahi, Muhammad Abdullah, S.Sos., M.Pd mengatakan bahwa Muhammadiyah saat ini berulang tahun yang ke-113, dan 11 tahun bagi STIKIP Muhammadiyah Kalabahi. Tentu dengan usia yang ada ini Muhammadiyah hadir memberikan kontribusi sumbangsih dalam mencerdaskan anak bangsa di Kabupaten Alor.
Muhammad Abdullah mengungkapkan, dalam rangka memeriahkan Milad Muhammadiyah dan Milad STIKIP Muhammadiyah Kalabahi ini, juga dilaksanakan kegiatan jalan sehat sehari sebelumnya.
Menurutnya, kegiatan Seminar Kesehatan ini sengaja dilaksanakan untuk memberikan edukasi, dan pemahaman kepada generasi muda sebagai agen perubahan tentang bahaya HIV/AIDS.
“Mahasiswa adalah remaja harus menjadi agen perubahan. Jangan sampai ada di kampus sendiri juga terdapat HIV/AIDS,” ungkapnya.
Muhammad mengungkapkan, adapun rangkaian kegiatan dalam menyambut Milad Muhammadiyah dan Milad STIKIP Muhammadiyah Kalabahi yaitu jalan sehat yang dilakukan sebelumnya. Kemudian Seminar Kesehatan, dan pada puncak acara dilaksanakan penyerahan SK izin operasional TK Aisyiyah Leisa, penyerahan cinderamata kepada para pendahulu STIKIP Muhammadiyah dan launching tokomu Muhammadiyah. Selain itu, ada juga lomba badminton melibatkan siswa SMP dan SMA pada tanggal 19 November berlokasi di Kadelang. ***(joka)
