Bimbing Anak-anak Bahasa Inggris, Lembaga JF Course Teken MoU dengan 12 Kelompok PPA di Alor

Kalabahi, wartaalor.com – Lembaga James First (JF) Course membangun kerjasama dengan 12 kelompok Pusat Pengembangan Anak (PPA) di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bentuk kerjasama itu ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kedua belah pihak untuk tiga tahun kedepan.

Pimpinan JF Course, Lambertus James Dima, S.S melalui Supervisor JF Course Alor, Louwen Kafolamau, S.H mengatakan, melalui kerjasama tersebut Lembaga JF Course akan mengawasi dan membimbing anak-anak dalam program kursus bahasa Inggris di 12 kelompok PPA dan 419 orang tua anak.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara Lembaga James First Course dan 12 Pusat Pengembangan Anak (PPA) Cluster Alor, bersama 419 orang tua anak PPA dalam pengawasan bersama, dan bimbingan siswa-siswi penerima program kursus bahasa Inggris selama masa kontrak 3 (Tiga) tahun (2025-2028) telah resmi dilaksanakan di -12 Denominasi Gereja Kristen di Kabupaten Alor”, ujar Louwen kepada wartawan di Kalabahi, Senin, (30/5/25) siang.

Bacaan Lainnya
Louwen Kafolamau, S.H (tengah) berpose dengan pengurus PPA, dan anak-anak usai melakukan tanda tangan MoU kerjasama

Louwen dalam sambutannya usai melakukan tanda tangan MoU baru-baru ini menyampaikan terima kasih kepada Bapak/Ibu Pendeta dan Bapak/Ibu Kordinator PPA yang telah memberikan kepercayaan kepada Lembaga JF Course sebagai pusat belajar dan pendampingan anak untuk melatih kemampuan bahasa Inggris selama 3 Tahun, terhitung tahun 2025 – 2028.

Ketua GMNI Cabang Alor itu sebelumnya memperkenalkan Lembaga JF Course, dan bagaimana kisahnya bisa hadir di Pulau Seribu Moko ini.

“Lembaga JF Course merupakan lembaga kursus dan pelatihan bahasa Asing, khususnya bahasa Inggris. Lembaga ini pusatnya berada di Kabupaten Sumba Barat Daya, didirikan pada Tahun 2017 dan telah memiliki ijin resmi kelembagaan oleh Kementerian Hukum dan HAM,” jelasnya.

Dijelaskannya, sepanjang tahun 2018 – 2021, JF Course telah memiliki 70 mitra lembaga yang tersebar di seluruh kabupaten di pulau Sumba, dan telah meluluskan hampir 10.000 siswa peserta kursus, bukan saja hanya di pulau Sumba tetapi juga dengan pemerintah pusat, yaitu Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia.

Dan di awal tahun 2025, melalui visi besar yang sama yaitu mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu memadai laju perubahan, maka denominasi Gereja Kristen di Kabupaten Alor bersama JF Course berhasil membangun program kemitraan untuk pendampingan kursus bahasa Inggris bagi anak – anak di-12 PPA selama 3 tahun.

Kehadiran JF Course di Alor melalui program kemitraan bersama gereja dan PPA adalah peluang emas yang harus kita jemput bersama. Karena melalui program ini diharapkan mampu membawa perubahan yang signifikan bagi anak-anak yang kelak memiliki prestasi secara akademis, mampu bersaing secara global dan pada akhirnya akan berkontribusi kembali dalam membangun daerah yakni Kabupaten Alor.

Louwen menguraikan bahwa untuk teknis pelaksanaan program kursus ini memiliki 5 tahapan awal yaitu:  pre tes atau tes awal, pengumuman hasil pre test, penandatanganan MoU bersama orangtua murid, persiapan modul/buku panduan pembelajaran dan persiapan dan pembekalan tenaga pengajar/guru bahasa Inggris.

“Artinya alasan Bapak/Mama hadir di kegiatan hari ini adalah pencapain dari hasil kerja keras anak-anak dalam mengikuti tes awal. Tidak semua anak atau orangtua memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati berkat yang Tuhan berikan lewat 30 anak di 12 PPA,” ujarnya.

Tujuan dilakukannya MoU ini, lanjut Louwen, adalah untuk mengatur dan menjamin perjalanan program dapat mencapai target pembelajaran, dan output program yang dapat diukur secara bersama. Selain itu, yang paling terpenting adalah untuk mengikat dan menguatkan komitment belajar peserta kursus bahasa Inggris selama periode belajar berlangsung hingga selesai dan mendapatkan sertifikat.

“Dan lewat MoU ini semua pihak mulai dari Lembaga JF Course, PPA, Gereja dan orangtua peserta kursus bersama-sama ikut mengawasi dan mengevaluasi perjalanan program.

Selanjutnya, pelaksanaan kegiatan belajar yaitu :

1. Kegiatan kursus dilaksanakan 2 dalam 1 minggu dan 8 kali dalam 1 bulan

2. Waktu kegiatan kursus berdurasi 90 menit disetiap pertemuan, dan akan dilaksanakan pada sore hari mulai Pukul 15.30 – 17.00 Wita

3. Try Out yang akan dilaksanakan setiap 2 bulan sekali dalam bentuk tes tulis

4. Rapat evaluasi adalah pertemuan yang wajib dilaksanakan setiap 3 bulan 1 kali

5. Home Visit (Kunjungan Rumah)

6. Pentas bahasa Inggris (English Show)

7. Pemberian sertifikat kursus bahasa Inggris sebagai tanda pengakuan dan bukti dokumen pembelajaran selama 1 Tahun mengikuti kursus di Lembaga JF Course

Selanjutnya penilaian yang diterapkan oleh Lembaga JF Course kepada peserta didik yaitu:

1. 60% penilaian terhadap kehadiran peserta didik

2. 20% penilaian terhadap keaktifan peserta didik

3. Dan yang terakhir 20% penilaian terhadap etika peserta didik

“Sehingga bapak/mama orangtua, bapak ibu/pendeta pendeta, kordinator dan adik-adik, setelah penandatanganan MoU ini berlangsung maka kita telah memiliki komitmen yang sama untuk mengontrol dan mengawasi berjalannya seluruh proses belajar anak selama periode kursus sejak 1 Juli 2025 sampai pada penyerahan sertifikat hasil belajar”, ujarnya

Pimpinan Lembaga JF Course berpose dengan bapak ibu pendeta dan pengurus PPA

Lembaga JF Course dan PPA, kata Louwen, hanyalah alat yang dipakai Tuhan untuk menjawab doa dan pergumulan dari orangtua, bapak/ibu pendeta dan seluruh orang Alor. Dalam hal peningkatan SDM yang memadai dan mampu berirama dalam melodi perubahan.

Dia melanjutkan, di era globalisasi saat ini kemampuan bahasa Inggris menjadi sangat bermanfaat bagi generasi muda, antara lain seperti peningkatan peluang kerja, kemudahan akses informasi, perluasan wawasan, kesempatan meraih beasiswa dan kemampuan berkomunikasi dengan lebih banyak orang di seluruh dunia.

“Dan jangan lupa bapak/mama, bahwa Kabupaten Alor hari ini telah menjadi tujuan destinasi wisata yang semakin digemari oleh banyak wisatawan, baik domestik atapun mancanegara. Karna secara geografis Alor adalah pulau kepulauan,p sehingga banyak menawarkan berbagai tempat wisata yang menarik mulai dari wisata pantai, wisata bawah laut, wisata budaya, wisata air terjun hingga bukit dengan pesona alam yang indah”, pungkasnya.

Dijelaskan Louwen bahwa, berbagai potensi alam yang kaya inilah kemudian semakin memperkuat alasan Kabupaten Alor ke depan akan terus dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai penjuru dan akan lebih dikenal oleh dunia luar.

“Peluang begitu terbuka untuk generasi kita, dan hari ini secara sadar PPA dan Gereja telah membangun kesiapan SDM yang nantinya diharapkan akan menjadi penyeimbang untuk menyambut peluang yang akan datang tersebut melalui program kemitraan bersama Lembaga JF Course”, ujar Louwen menjelaskan.

Louwen mengatakan, peristiwa hari ini adalah investasi untuk perjalanan yang panjang. Kunci dari perjalanan yang panjang adalah berjalan bersama dengan satu hati dan satu tujuan. Maka dengan demikian, kita mampu letakan fondasi perubahan yang kuat bagi generasi muda Kabupaten Alor untuk bangsa dan negara.

“Yang terakhir, pada kesempatan yang baik ini kami juga mengajak seluruh generasi muda Alor untuk mau bergerak bersama. Harus diingat bahwa pemuda adalah tulang punggung Negara, maka sebagai orang muda kita memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan dan kemajuan daerah ini,” katanya.

“Seperti apa yang disampaikan Bung Karno, berikan aku 1000 orang tua niscaya akan ku pindahkan Gunung Sameru dari akar-akarnya. Dan berikan aku 10 Pemuda akan ku goncangkan dunia. Maka ayo pemuda Alor, kita guncangkan dunia dengan menguasai bahasa Inggris”, ujar Louwen menutup. ***(joka)

Pos terkait