Besar sekali dukungan dan harapan dari masyarakat supaya pemerintah melalui lembaga pimpinan Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan mampu terus melanjutkan keberadaan AMN.
Awal mula berdirinya AMN, yakni bermula dari respon positif dengan langkah konkret Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah mendengarkan aspirasi dari 50 tokoh Papua pada suatu pertemuan di Istana Negara. Pada waktu itu, para tokoh asal wilayah berjuluk Bumi Cenderawasih tersebut menyampaikan aspirasi mereka kepada Kepala Negara dengan mendukung penuh gagasan dan terwujudnya Asrama Mahasiswa Nusantara, bahkan sangat ingin supaya terjadi keberlanjutan akan program strategis unggulan itu karena berperan sebagai kawah candradimuka bagi seluruh generasi muda bangsa yang sifatnya multikultur seperti Indonesia.
Penjabat (Pj) Bupati Minahasa, Jemmy Stani Kumendong mengungkapkan dukungan penuhnya terhadap pembangunan AMN karena dapat memberikan banyak sekali manfaat, khususnya bagi para mahasiswa untuk terus menempuh pendidikan tinggi dengan kualitas yang baik.
Sebuah pendidikan tinggi yang berkualitas itu bercirikan, apabila mereka dapat terus meningkatkan daya saing anak bangsa seperti sumber daya manusia (SDM), kemudian juga menjamin mutu.
Rektor Telkom University, Prof. Adiwijaya menjelaskan bahwa adanya bonus demografi jelas memainkan peranan yang sangat penting dalam mencapai visi besar Indonesia, yakni menjadi negara maju pada tahun 2045 mendatang.
Pada tahun tersebut bahkan diperkirakan sebanyak 70 persen dari populasi manusia di Tanah Air akan berada pada usia yang produktif, yang mana secara signifikan akan mampu meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi secara baik apabila mendapatkan pengelolaan yang baik pula.
