Keberadaan AMN dipandang sebagai inisiatif yang mampu menyatukan mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya, bahasa, dan agama. Di dalam asrama ini, para mahasiswa tidak hanya tinggal, tetapi juga mendapatkan pelatihan kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang membentuk kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, juga memberikan apresiasi atas manfaat yang diberikan oleh AMN kepada para mahasiswa. “Kegiatan non-akademik yang ada di AMN sangat bermanfaat dalam mengisi waktu luang mahasiswa dengan aktivitas positif, mengurangi risiko terjerumus ke dalam hal-hal negatif seperti perundungan, judi online, dan narkotika,” ungkapnya.
Pembangunan AMN telah dimulai di Surabaya dan kini berlanjut di Manado, dengan rencana pembangunan di kota-kota lain seperti Yogyakarta, Makassar, Jakarta, dan Malang. Fasilitas yang disediakan di AMN sangat memadai, termasuk asrama putra dan putri, gedung pertemuan, ruang serbaguna, dan lapangan olahraga, yang semuanya dirancang untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kolaborasi, kreativitas, dan persaudaraan.
