Dengan sangat tegas, para tokoh adat Papua tersebut kemudian menyerukan kepada Organisasi Papua Merdeka (OPM), baik itu kelompok bersenjata ataupun kelompok politik agar bisa menghentikan segala aksi mereka dengan menyerukan kemerdekaan Bumi Cenderawasih.
Sebab, segala kegiatan atau aksi yang selama ini OPM lakukan merupakan sebuah tindak makar yang sangat nyata kepada negara, dan hal tersebut sama sekali tidak dapat menyejahterakan masyarakat Papua sebagaimana klaim mereka, namun justru hanya menimbulkan perpecahan saja bagi Bangsa Indonesia sekaligus rakyat Bumi Cenderawasih sendiri yang sudah damai berada di pangkuan NKRI.
Sementara itu, Kepala Suku Besar Doreri Gaad Rumbafe mengimbau kepada seluruh masyarakat di Papua untuk tetap menjaga kondisi yang kondusif mengenai keamanan dan ketertiban (kamtibmas) agar Bumi Cenderawasih senantiasa tetap dalam kondisi yang aman dan damai.
Menjaga kondisi yang senantiasa kondusif, utamanya kamtibmas agar terus berjalan dengan tertib memang menjadi sesuatu yang sangat penting, terlebih pasa saat menjelang 1 Juli yang biasanya menjadi tanggal klaim Perayaan HUT OPM.
Maka dari itu, hendaknya masyarakat jangan sampai mudah terbawa arus dan termakan oleh adanya provokasi serta hoaks yang terus gerombolan separatis musuh negara tersebut sebarkan melalui berbagai media mereka.
Secara bersama-sama, masyarakat mampu kuat bergandengan tangan untuk bisa saling menolak keras adanya klaim sepihak mengenai tanggal 1 Juli yang seolah-olah dianggap sebagai Perayaan HUT OPM. Kemudian dengan adanya penolakan besar tersebut, sekaligus juga mampu memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Republik Indonesia (RI) untuk melakukan percepatan pembangunan di Papua.
)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Bali