Pihaknya meyakini bahwa masyarakat sudah mampu mampu dengan bijak memilih, memilah, dan menilai calon terbaik pada Pilkada nanti. Penjagaan situasi kondusif seperti saat ini, hilangkan konflik antar ormas, jadilah teladan bagi masyarakat dalam menjaga persatuan dan kesatuan untuk keutuhan NKRI.
Berbagai pihak di tiap daerah mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar turut mengimplementasikan Pilkada Damai. Pada kesempatan yang sama Koordinator Presidium Majelis Nasional (MN) KAHMI Ahmad Doli Kurnia Tandjung meminta seluruh pengurus berkontribusi membantu mensukseskan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Pihaknya berharap KAHMI bisa ikut menjaga, sehingga Pilkada ini bisa berjalan secara demokratis sehat dan bersih, dan masyarakat bisa memilih kepala daerah secara rasional.
Di lain daerah, Pj Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu mengajak semua elemen masyarakat maupun stakeholder terkait untuk bersama-sama mengawal serta mewujudkan pelaksanaan Pemilu damai 2024.
Dengan adanya komitmen bersama mewujudkan pemilu damai, maka diharapkan dapat terwujudnya demokrasi yang berkualitas. Di sisi lain, pemilu yang damai, aman dan kondusif tentu menjadi harapan seluruh masyarakat. Karena akan berimplikasi pada pembangunan yang berkelanjutan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Guna mewujudkan semua itu, maka diperlukan kerja sama dan kesiapan. Baik pemerintah, penyelenggara pemilu, partai politik, dan masyarakat itu sendiri.
Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, keterlibatan aktif masyarakat sangat diperlukan. Masyarakat tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga sebagai pengawas jalannya Pilkada. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengawasi jalannya pemilihan, menolak politik uang, menyebarkan informasi positif, dan mendukung penegakan hukum.
