Pertanian di Pulau Rote sebagian besar mengandalkan teknik sawah tadah hujan, di mana para petani berhasil panen dengan baik meskipun tanpa irigasi teknis maupun semi-teknis. Para petani di Rote menggunakan pompa air secara mandiri untuk mengairi sawah mereka dan mampu menghasilkan panen yang baik dan maksimal. Pupuk Indonesia sendiri berperan penting dalam menyediakan akses yang memadai untuk pupuk yang berkualitas sehingga para petani dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian mereka.
“Di Rote tengah ini ada sekelompok petani yang luar biasa mandiri. Mereka menggunakan pompa di sawah tadah hujan dan mereka panen dengan baik dan luar biasa. Terima kasih petani Rote sudah berpartisipasi demi ketahanan pangan nasional. Pupuk Indonesia siap mendukung dan berkolaborasi dengan siapa pun, dimana pun di Indonesia yang ingin mendukung ketahanan pangan nasional,” tambah Rahmad.
Ke depan, kata dia, program Jelajah Pangan Nusantara dari Pupuk Indonesia akan terus berlanjut dengan mengunjungi berbagai wilayah lain di Indonesia. Setelah NTT, ekspedisi ini akan menjelajahi wilayah-wilayah lain yang memiliki potensi pertanian, diantaranya wilayah Kep. Riau, Lampung, Karawang, Berastagi, Malang, Sulawesi Utara, Merauke, Manokwari, Fakfak, dan kota atau kabupaten lainnya.
