Bawaslu Temukan 8 Tren Ketidakpatuhan dan 12 Masalah yang Dilakukan Pantarlih Saat Coklit

KETERANGAN FOTO: Dari kiri ke kanan, Amiruddin Bapang, Dominika Deran dan Orias Langmau

Kalabahi, wartaalor.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur telah melakukan fungsi pengawasan dengan baik terhadap pelaksanaan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih sejak tanggal 12 – 14 Maret 2023. Hasil pengawasan itu, ditemukan ada 8 tren ketidakpatuhan prosedur dan 12 masalah faktual saat Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) melakukan Coklit.

Demikian Ketua Bawaslu Kabupaten Alor Dominika Deran saat mempersilahkan Anggota Komisioner Orias Langmau untuk menyampaikan hasil pengawasan Bawaslu tersebut ketika Jumpa Pers bersama Wartawan di kantor Bawaslu Alor, Rabu, 15 Maret 2023 petang.

Orias yang didampingi Ketua Bawaslu Dominika Deran dan Anggota Komisioner Amiruddin Bapang menerangkan, pengawasan yang dilakukan Bawaslu dan menemukan 8 tren ketidakpatuhan prosedur serta 12 masalah faktual tersebut, dilakukan pada 733 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Alor. Fokus pengawasnya, kata Orias, terkait kesesuaian prosedur (legal). Dimana Bawaslu memastikan proses Coklit sesuai dengan prosedur sebagaimana ditetapkan dalam PKPU Nomor 7 tahun 2022 dan Keputusan KPU Nomor 27 tahun 2023.

8 tren ketidakpatuhan prosedur yang dimaksud Bawaslu, terang Orias, yakni yang pertama; tidak dapat menunjukkan salinan SK Pantarlih.

Pos terkait