Tim Gabungan Polres Alor Amankan Pelaku Pengrusakan Mobil Ambulance di Pantar

  • Whatsapp
Tim Gabungan Polres Alor membawa para terduga pelaku pengrusakan mobil Ambulance dan pembakaran rumah di Pantar Tengah dengan menggunakan transportasi laut guna melanjutkan proses hukum di Polres Alor. FOTO: POLRES ALOR

PANTAR TENGAH, WARTAALOR.com – Upaya pencarian terhadap pelaku pengrusakan mobil Ambulance yang terjadi di Maliang Kecamatan Pantar Tengah, Sabtu, 31 Juli 2021 lalu sekitar pukul 18.00 Wita membuahkan hasil. Tim Gabungan Polres Alor dipimpin Kapolres AKBP Agustinus Christmas, S.I.K berhasil amankan para terduga pelaku.

Kejadian tersebut berawal ketika mobil Ambulance yang di kendarai Jafudin Thalib, didalamnya memuat 3 orang tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Maliang melintasi Pasar Puntaru. Mobil Ambulance tiba-tiba berhenti akibat dihadang sepeda motor dengan cara melintang di jalan tersebut. Sopir Jafudin Thalib turun dari mobil dengan maksud memindahkan sepeda motor tersebut.

Bacaan Lainnya

“Namum melihat gelagat tidak baik dari salah satu pelaku, saudara Jafudin Thalib langsung ketakutan dan masuk kembali ke mobil,” ujar Kapolres Alor AKBP Agustinus Christmas, S.I.K melalui rilis tertulis Minggu, 8 Agustus 2021.

Kapolres mengisahkan, saat mobil Ambulance dihadang salah seorang pelaku berinisial RM langsung mendekati  mobil dan memasukkan kepalanya melalui pintu mobil bagian tengah yang kebetulan jendelanya terbuka dan meminta uang sebesar Rp. 5000,- kepada seorang Nakes berinisial MB. Namum karena Nakes ini kenal dengan pelaku RM yang notabene adalah bibinya, maka Nakes ini merasa malu dan malah memukul kepala pelaku RM dengan sendal.

“Atas peristiwa itulah pelaku RM emosi dan tidak terima hingga temannya yang lain yakni pelaku NB yang juga melihat peristiwa pemukulan dengan sendal itu, kemudian melakukan pengrusakan mobil Ambulance. Peristiwa ini mengakibatkan kaca mobil, body mobil Ambulance dan spion mobil tersebut rusak. Melihat itu, teman dari pelaku RM yang bernama panggilan “Bule” saat itu langsung menghentikan pelaku dan meminta sopir untuk melanjutkan perjalanannya agar menghindari adanya tindakan pengrusakan lebih lanjut,” ujar Kapolres.

Kapolres Alor yang mendapat laporan tersebut langsung berangkat menuju tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin, 2 Agustus 2021. Kapolres membawa tambahan personel Brimob Kompi 4 Alor dipimpin oleh Wadanki menggunakan speed Polair Polres Alor.

“Para personel dibackup Kasat Polair untuk melaksanakan back up personel Buser Reskrim dan Intel Polres Alor yang sudah berangkat mendahului ke TKP malam sebelumnya membantu Polsek Pantar Barat,” ujarnya.

Lanjut Kapolres, sesampai di Pantar Tengah, Kapolres Alor menyambangi Puskesmas Maliang untuk memberi penguatan kepada tenaga kesehatan dan memberikan bantuan sembako bagi para tenaga kesehatan yang berasal dari bantuan Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kabupaten Alor. Kapolres berharap para tenaga kesehatan dapat terus semangat dalam menjalankan tugas kemanusiaan di bidang kesehatan terutama di masa pandemic ini. Terkait masalah pengrusakan mobil Ambulance Puskesmas Maliang, Kapolres sebut akan dilakukan pencarian kepada para pelaku.

Setelah itu Kapolres melakukan konsolidasi bersama Tim Gabungan Polres Alor yang dibantu Camat Pantar Tengah Manoak Bolingsau dan Babinsa serta Danposramil Pantar Tengah. Hasil konsolidasi menyampaikan bahwa pihak keluarga pelaku memohon waktu sampai dengan pukul 18.00 akan berusaha menyerahkan pelaku kepada kepolisian.

Setelah waktu yang disepakati tiba, namun tidak ada tanda-tanda bahwa keluarga pelaku akan menyerahkan diri, maka tim pencarian yang dipimpin oleh Kapolres Alor melakukan penyisiran ke arah kebun di wilayah Desa Mauta. Polisi meminta keterangan dari pihak keluarga yang diduga mengetahui lokasi persembunyian dan diduga mengantarkan bantuan makanan kepada para pelaku di tempat persembunyiannya.

Penyisiran dilakukan dengan membagi tim sesuai hasil pengumpulan infornasi dari berbagai sumber serta mapping tempat dimungkinkan sebagai lokasi persembunyian para pelaku. Mulai dari Desa Mauta, Desa Delaki, Desa Tude Puntaru bahkan sampai lokasi kapal penyeberangan ke lembata yang terletak di marica tidak luput dari pantauan tim pencarian.

Upaya yang dilakukan membuahkan hasil, pada hari Kamis, 5 Agustus 2021 sekitar pukul 21.00 Wita didapatkan informasi bahwa RM telah berada di rumah orangtuanya untuk menyerahkan diri. Dari RM diketahui informasi bahwa pada Kamis sore sekitar pukul 16.00 Wita dirinya memutuskan memisahkan diri dari pelaku lainnya RL dan NB karena sudah tidak tahan kelaparan dan kedinginan dalam persembunyian. Namum RL dan NB tetap tidak mau menyerahkan diri.

“Kamis pukul 00.00 tim terus melanjutkan pencarian kepada RL dan NB karena kondisi mereka sesuai dengan penyampaian RM sudah dalam keadaan kedinginan dan kelaparan karena jalur distribusi logistik dari keluarga sudah dipotong oleh tim. Kapolres tetap menghimbau agar pihak keluarga yang mengetahui keberadaan RL dan NB menyampaikan kepada mereka untuk menyerahkan diri sebelum kondisi mereka bertambah parah selama bertahan di persembunyian,” papar Kapolres.

Setelah melakukan pencarian dan pendekatan secara kekeluargaan akhirnya membuahkan hasil, RL dan NB, Sabtu 6 Agustus 2021 sekira pukul 00.00 Wita menyerahkan diri ke pihak kepolisian di rumah salah satu keluarga mereka yang ikut membantu pencarian. Mereka mengaku menyerahkan diri karena sudah dalam kondisi kedinginan dan kelaparan di persembunyian mereka.

Untuk diketahui bahwa para pelaku pengrusakan mobil Ambulance yang menyerahkan diri berinisial NSB (25) dan RRM(21). Selain itu saat pencarian tersebut dilakukan tim gabungan berhasil juga mengamankan pelaku DPO pembakaran rumah di desa Mauta berinisial RL (28) yang terjadi pada 24 Desember 2019 silam.

Pelaku RM dan pelaku NB yang saat ini sudah diamankan telah dilakukan pemeriksaan di Polres Alor. Hinggga kini masih terus didalami keterangannya untuk mengetahui kemungkinan adanya pelaku lain yang turut melakukan pengrusakan.

“Pada pencarian pelaku pengrusakan mobil Ambulance, Kapolres turut megamankan seseorang bernama RL. RL ini kemudian diketahui adalah DPO dalam kasus pembakaran rumah milik Jeferson Plaimo yg terjadi di Desa Eka Jaya, Pantar Tengah pada 24 Desember 2019 silam. RL ini juga berada di TKP saat kejadian pengruskan mobil Ambulance, dan dari hasil pemeriksaan bahwa RL belum terlibat sehingga sampai saat ini masih dijadikan saksi atas perbuatan pelaku RM dan pelaku NB,” ungkapnya.

Kapolres Alor berharap dengan telah diamankan para terduga pelaku pengrusakan mobil Ambulance Puskesmas Maliang, suasana Kamtibmas di Kecamatan Pantar Tengah tetap kondusif. Pelayanan kesehatan dari Puskesmas Maliang yang melayani 10 desa berjalan normal. Selain itu, Kapolres juga mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang sudah membantu tim Gabungan Polres Alor saat pencarian pelaku. ***(joka)

Pos terkait