Warga Kenarilang Gelar Syukur Atas Perbaikan Jembatan dengan Buka Puasa Bersama

  • Whatsapp
Buka puasa bersama dalam rangka mensyukuri pekerjaan perbaikan Jembatan Kenarilang telah selesai dikerjakan secara swadaya/FOTO JOKA

KENARILANG, WARTAALOR.COM | Warga Kenarilang Kelurahan Kalabahi Barat Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur (NTT) gelar buka puasa bersama, Sabtu, 25 April 2021. Acara ini sekaligus mensyukuri atas selesainya pekerjaan perbaikan jembatan di wilayah tersebut yang rusak akibat badai Siklon Seroja tanggal 4 April lalu.

Pada kesempatan itu, Ketua LPM Kelurahan Kalabahi Barat Mateos Manikita menyatakan rasa syukur dan terima kasih karena atas dukungan dan kerjasama yang baik sehingga perbaikan jembatan rusak secara swadaya telah selesai. Ia berharap dukungan dan kerjasama yang baik ini terus terpelihara hingga generasi yang akan datang.

Bacaan Lainnya

Mateos berterima kasih kepada Camat Teluk Mutiara, Danramil serta seluruh warga Kalabahi Barat yang turut berpartisipasi sehingga pekerjaan perbaikan jembatan rusak telah selesai hanya dalam waktu tiga hari.

Lurah Kalabahi Barat Jibriel Mou mengatakan sebagai pimpinan wilayah seringkali mendapat banyak kritikan dari warganya. Namun dirinya sama sekali tidak alergi, sebab dengan kritikan dan masukan sebagai wujud kecintaan warga demi menuju pada proses pembangunan pelayanan kemasyarakatan yang lebih baik.

Lurah Jibrael mengatakan, pekerjaan perbaikan jembatan Kenarilang yang menghubungkan Kalabahi Ibukota Kabupaten Alor menuju Kokar Kecamatan Alor Barat Laut (ABAL) tersebut merupakan murni swadaya masyarakat. Karena itu Ia harapkan, jangan ada bahasa-bahasa dari luar yang menyatakan bahwa pekerjaan ini didanai dengan anggaran dari Kelurahan Kalabahi Barat.

Camat Teluk Mutiara, Moh. Ridwan Nampira menyatakan rasa syukur dan terima kasih atas keterlibatan warga masyarakat Kenarilang sehingga proses perbaikan jembatan telah selesai dengan baik. “Atas nama Pemerintah Kecamatan Teluk Mutiara kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat atas dukungan dan kerjasama yang baik, sehingga pekerjaan ini telah selesai hanya dalam waktu tiga hari,” ungkap Camat Ridwan.

Seperti berita WARTAALOR.COM sebelumnya, Camat Teluk Mutiara Ridwan Nampira, S.Sos memimpin warganya mengerjakan jembatan secara swadaya atau gotong royong. Jembatan yang menghubungkan Kalabahi Ibukota Kabupaten Alor menuju Kokar Kecamatan ABAL ini rusak dihantam banjir besar saat badai Siklon Seroja tanggal 4 April lalu.

Kepada WARTAALOR.COM Kamis, 22 April 2021, Camat Ridwan menjelaskan jembatan yang berlokasi di Kenarilang Kelurahan Kalabahi Barat itu rusak dihantam banjir besar. Akses transportasi roda dua maupun roda empat Kalabahi menuju Kokar dan sebaliknya terpaksa lewat jalur Tamiming.

“Kemarin (21/4) masyarakat sudah mulai kerja secara swadaya. Bapa Bupati Alor Amon Djobo juga hadir di lokasi dan memberikan semangat, dukungan serta motivasi kepada masyarakat yang sementara kerja,” kata Camat Ridwan Nampira.

Sosok jiwa muda, pekerja keras dan murah senyum ini mengatakan untuk memperbaikinya, bahan material seperti batu pasir dan lainnya dibawa oleh masyarakat setempat. Sementara semen dibantu Dinas PU Alor.

“Pekerjaan sudah mulai selesai, tinggal cor bawah yang belum. Satu dua hari tukang sudah mulai kerja cor bawah. Semua masyarakat dibantu TNI-POLRI turut partisipasi kerjasama. Saya kira dengan budaya gotong royong ini sesuatu yang luar biasa,” ujar Ridwan saat buka puasa bersama di pelataran Kantornya.

Dia mengatakan, untuk membangun Alor adalah tanggung jawab bersama dan tidak semata-mata ada pada pemerintah. “Ini kan cuma rusak ringan. Saya kira selagi masyarakat bisa kerja secara swadaya kenapa harus tunggu pemerintah,” tandasnya.

Dikatakan bahwa bencana alam yang terjadi 4 April lalu telah merusak banyak sekali fasilitas dan sarana prasarana negara maupun pribadi. Pemerintah saat ini, lanjut dia, tengah memikirkan bagaimana membangun kembali bangunan yang sudah rusak. “Saya kira ini sesuatu yang luar biasa karena kita telah membangun kembali budaya gotong royong,” ujarnya. *(Joka)

Pos terkait