Ketika berbincang-bincang dengan wartawan di kediamannya di Moepaly, Desa Motongbang Kecamatan Teluk Mutiara, Jumat, (22/1/21) malam, pria murah senyum ini menyatakan bahwa berpolitik adalah seni mengambil hati rakyat untuk mendapatkan sebuah kekuasaan.
Meski begitu, Hopni mengakui berpolitik juga seringkali diwarnai dengan saling fitnah antara kelompok pendukung yang satu dengan yang lainnya, bahkan kadang berakhir dengan sebuah konsekuensi. Oleh sebab itu, ia mengajak marilah berpolitik yang santun dan jaga persaudaraan diantara sesama.
Hopni Bukang menyatakan, dirinya sebagai senior dari kader-kader lainnya yang saat ini sama-sama mempersiapkan diri untuk ikut meramaikan pesta demokrasi nanti. Sebagai senior, lanjut Hopni, dirinya punya tanggungjawab untuk menyampaikan pesan-pesan moral ini kepada seluruh masyarakat Kabupaten Alor.
“Selain ada bapa Simeon Th. Pally dan bapa Imanuel Blegur saya juga sebagai senior yang punya tanggungjawab menyuarakan pesan moral ini bahwa sesungguhnya kita adalah saudara. Jangan kita saling fintah saling olok bahkan saling memprovokasi antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Kita mesti letakkan hubungan persaudaraan ini diatas segalanya,” ungkap Hopni Bukang.
Hopni mengatakan, lebih dari lima belas tahun terakhir atau sejak adanya pemilihan langsung, hampir Pilkada Alor diwarnai dengan saling fitnah, saling provokasi bahkan sering berurusan dengan hukum. Hal ini jelas menandakan bahwa kita belum menunjukkan sikap dewasa dalam berpolitik.
