Semua anggota keluarga yang positif, ungkap JNd, dalam perawatannya menjalani isolasi mandiri di rumah. Namun lagi-lagi, tegas JNd, selama menjalani isolasi mandiri, belum pernah ada petugas yang datang untuk melihat perkembangan anggota keluarganya yang positif Covid-19.
“Jadi ketika awal istri dan anak saya menjalani isolasi mandiri, petugas meninggalkan nomor ponselnya dan mengatakan kalau ada yang batuk-batuk hubungi kami. Selanjutnya tidak pernah ada petugas yang datang memperhatikan kami,” ungkap JNd dengan nada kesal.
“Selain hal tersebut, saya juga sedikit merasa aneh karena dokumen yang merupakan catatan medis positif covid-19 dari istri dan anak saya bisa tersebar luas melalui media ponsel,” tambah JNd bertanya.
Berkaitan dengan hal ini, Pemred Metro Alor (Yusran Bainkabel) ketika dalam keterangan pers Satuan Tugas (Satgas) Penangganan Covid-19 Kabupaten Alor yang digelar, Rabu 13 Desember 2021 mempertanyakan tentang SOP penangganan Covid-19 apakah seperti itu atau bagaimana. Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, Dominggus Prakemeng menjelaskan, bahwa untuk penderita covid-19 yang menjalani perawatan isolasi mandiri, ada tim kontrol yang dibagi dengan zonasi atau wilayah.
