Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran menjadi strategi untuk memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semakin berdampak bagi masyarakat. Langkah tersebut dilakukan dengan mengalihkan ruang fiskal ke berbagai program prioritas di bidang gizi, pendidikan, dan kesehatan, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan efisiensi anggaran sebesar Rp306 triliun yang dijalankan sejak Januari 2025 bukan sekadar pemangkasan belanja, melainkan fondasi untuk memperkuat kualitas APBN agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat.
“Di balik potong anggaran tersebut adalah pijakan fundamental untuk membuat APBN yang lebih berdampak kepada masyarakat. Sehingga efisiensi tersebut bisa digunakan untuk program unggulan bagi rakyat,” kata Suahasil di Jakarta.