BIAK — Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bagi generasi muda Papua untuk memperkuat persatuan dan kesatuan, melestarikan adat istiadat, serta berperan aktif dalam pembangunan daerah. Tokoh adat dan masyarakat mengajak pemuda Papua menjaga kerukunan, memperkuat semangat nasionalisme, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Biak Numfor, David Rumansara, mengatakan Sumpah Pemuda tidak seharusnya dipandang sebatas peringatan tahunan. Menurut dia, momentum tersebut perlu menjadi pengingat atas perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
David menekankan bahwa pemuda Papua memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan sekaligus mendukung pembangunan melalui partisipasi aktif di berbagai bidang. Generasi muda diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan dengan mengembangkan potensi diri, menjaga nilai-nilai budaya, dan membangun hubungan harmonis di tengah masyarakat.
