Terkait Dugaan Mark Up Lampu PJU Dana Desa di Alor, Ternyata Supplier Lain Juga Tawarkan Harga Lebih Tinggi

Pemeriksaan fisik lampu PJU di lapangan oleh tim Kejaksaan Negeri Alor sangat beresiko karena tidak menggunakan peralatan yang memadai

KALABAHI, WARTAALOR.COM – Perbandingan data penawaran harga proyek lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) tenaga surya yang bersumber dari Dana Desa di Kabupaten Alor menunjukkan adanya variasi harga yang cukup signifikan antarpenyedia, meskipun jenis pekerjaan dan lokasi pemasangan berada pada wilayah yang sama.

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai dasar penetapan harga masing-masing penyedia, terutama di tengah penyelidikan dugaan penyimpangan tata kelola Dana Desa Tahun Anggaran 2022–2024 yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Alor.

Berdasarkan informasi yang diperoleh victorynews.id dari seorang sumber di Kalabahi, terdapat perbedaan harga antara pekerjaan yang dikerjakan oleh kontraktor bernama Muklis dengan pekerjaan yang dikerjakan oleh UD Tetap Jaya.

Untuk pengadaan sebanyak 21 unit lampu PJU tenaga surya tipe All In One di Desa Bouweli, Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor pada Tahun Anggaran 2024, harga yang ditawarkan penyedia Muklis disebut mencapai Rp20.000.000 per unit, termasuk pengadaan komponen hingga pemasangan.

Sementara itu, untuk jenis lampu yang sama, UD Tetap Jaya disebut menawarkan harga paling rendah, yakni sekitar Rp16.000.000 per unit, atau terdapat selisih sekitar Rp4.000.000 per unit.

“Pengadaan 21 unit lampu PJU All In One di Desa Bouweli tahun 2024, harga per unit Rp20 juta yang dikerjakan Muchlis. Sedangkan lampu All In One dari UD Tetap Jaya Rp16 juta per unit. Jadi harga siapa yang sebenarnya lebih mahal,” ungkap sumber tersebut kepada victorynews.id, Rabu (1/7/2026).

Menurut sumber tersebut, data perbandingan harga ini menjadi penting untuk diperhatikan karena selama proses penyelidikan dugaan penyimpangan tata kelola Dana Desa, khususnya pada program PJU tenaga surya dan ketahanan pangan, perhatian aparat penegak hukum lebih banyak tertuju kepada UD Tetap Jaya dengan dugaan adanya mark up harga.

Padahal, lanjut sumber itu, terdapat penyedia lain yang juga mengerjakan proyek PJU di sejumlah desa di Kabupaten Alor dengan harga yang bahkan lebih tinggi untuk spesifikasi lampu yang disebut sama.

Bacaan Lainnya

Ia berharap proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh penyedia maupun seluruh paket pekerjaan PJU, sehingga hasil pemeriksaan benar-benar menggambarkan kondisi riil di lapangan dan memenuhi prinsip keadilan.

Dugaan Audit Belum Menjangkau Seluruh Penyedia

Pos terkait