Hari Pahlawan, Pembangunan Inklusif Jadi Wujud Perjuangan Membangun Papua

Menurutnya, pembangunan Papua memerlukan pemahaman terhadap kondisi sosial budaya yang beragam. Perbedaan suku, bahasa, adat istiadat, dan struktur sosial perlu menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan agar program pemerintah dapat diterima serta memberikan manfaat sesuai kebutuhan masyarakat.

Selain faktor budaya, kondisi geografis Papua juga membutuhkan strategi pembangunan yang adaptif. Karakteristik wilayah pegunungan, pesisir, kepulauan, perkotaan, hingga perbatasan memiliki tantangan berbeda, terutama dalam hal konektivitas, distribusi logistik, transportasi, dan akses pelayanan publik.

Ribka juga menyoroti pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam proses pembangunan. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh adat, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat perlu membangun sinergi agar setiap sektor memiliki kontribusi yang saling melengkapi.

“Kalau ini semua sudah terjadi, semua merasa bahwa sudah terwadahi, ada peran, ada kontribusi dari masing-masing sektor atau masing-masing stakeholders,” tegas Ribka.

Pos terkait