Ribka Haluk juga menegaskan pentingnya pendekatan multiaktor dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh adat, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat. Sinergi tersebut mencerminkan semangat gotong royong yang diwariskan para pahlawan. Setiap pihak memiliki peran strategis dalam menciptakan perubahan. Penguatan koordinasi lintas sektor dan optimalisasi otonomi khusus diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan program pembangunan sekaligus memastikan aspirasi masyarakat tetap menjadi dasar pengambilan kebijakan.
Dalam konteks pembangunan tersebut, keamanan dan kedamaian menjadi fondasi utama bagi kemajuan Papua. Situasi yang kondusif memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas pendidikan, ekonomi, sosial, dan keagamaan dengan lebih baik. Perdamaian juga membuka kesempatan bagi investor dan pelaku usaha lokal untuk mengembangkan potensi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat perekonomian masyarakat. Oleh sebab itu, menjaga stabilitas Papua merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan pendekatan persuasif, komunikasi, dan penghormatan terhadap kehidupan masyarakat.
Tokoh perempuan Papua, Laura Dungguri, turut menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam menjaga kedamaian di Tanah Papua. Ia memberikan apresiasi terhadap kegiatan sosial aparat keamanan yang dinilai mampu memperkuat kedekatan antara aparat dan masyarakat. Kehadiran aparat melalui interaksi langsung, kepedulian sosial, dan bantuan kepada warga menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat nyata bagi sesama.
Pendekatan tersebut menjadi gambaran bahwa tugas menjaga keamanan dapat berjalan beriringan dengan kegiatan kemanusiaan. Hubungan yang baik antara aparat dan masyarakat merupakan modal penting untuk membangun kepercayaan, memperkuat persaudaraan, serta menciptakan lingkungan yang harmonis. Semangat kepahlawanan masa kini tidak hanya tercermin melalui keberanian, tetapi juga melalui kepedulian, pengorbanan, dan kesediaan membantu masyarakat yang membutuhkan.