Penerapan pembasahan gambut juga diperkuat melalui pemanfaatan aliran sungai, pompa air, dan sekat kanal. Salah satu penerapannya dilakukan di Distrik Simpang Tiga, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Air dari Sungai Lumpur dialirkan secara gravitasi sejauh 13 kilometer, kemudian diteruskan menggunakan empat unit pompa berkapasitas masing-masing satu juta liter per jam.
Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN), Satyawan Pudyatmoko, menyampaikan bahwa penguatan peran desa menjadi bagian penting dari strategi pencegahan. Pemerintah memprioritaskan pemetaan wilayah rawan, inventarisasi infrastruktur pembasahan, serta perbaikan sekat kanal dan sumur bor, khususnya di kawasan gambut kritis.