Dukungan meliputi pelayanan kesehatan, pembagian masker, oksigen portabel, fasilitas rumah oksigen, hingga penanganan masyarakat yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Selain perlindungan kesehatan, anggaran digunakan untuk memperkuat kapasitas pemadaman.
Kebutuhan tersebut mencakup alat pelindung diri, pompa air, tangki air, selang pemadam, alat suntik air untuk lahan gambut, serta pembangunan sumur bor.
Dukungan operasional dan mobilisasi personel turut dibiayai agar penanganan berlangsung cepat dan menjangkau lokasi terdampak.
Sugiono menegaskan penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, aparat, petugas pemadam, dan masyarakat.
Sekitar 71.000 personel dikerahkan melalui operasi darat maupun udara, termasuk water bombing dan modifikasi cuaca. Bantuan logistik bagi petugas menjadi penting untuk menjaga kesinambungan operasi.