“Pemetaan titik api, ketersediaan sumber air, kebutuhan peralatan, serta kekuatan personel menjadi bagian penting agar bantuan benar-benar mendukung operasi pemadaman dan perlindungan warga”, jelasnya.
Bantuan dapat dimanfaatkan untuk operasional pemadaman darat, penyediaan peralatan dan logistik, layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak asap, evakuasi, serta pemulihan ekosistem gambut. Penggunaan dana juga diatur melalui mekanisme penganggaran, pengawasan, dan pelaporan agar pelaksanaannya transparan dan akuntabel.
Melalui tambahan dukungan ini, pemerintah berharap penanganan karhutla di daerah semakin optimal, risiko kebakaran berulang dapat ditekan, dan masyarakat memperoleh perlindungan yang lebih baik. Sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk menjaga kesehatan warga, kualitas lingkungan, serta keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah terdampak. (*)