Ekspor Menguat, Manufaktur Ekspansi, Pemerintah Perkuat Nilai Tambah Ekonomi Nasional

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari – Agustus 2026 mencapai US$193,64 miliar atau tumbuh 4,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Surplus perdagangan berasal dari sektor nonmigas sebesar US$28,54 miliar, yang mengimbangi defisit migas sebesar US$21,29 miliar.

Dari sisi industri, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia meningkat menjadi 52,4 pada September 2026, dari 49,8 pada Agustus.

“Di Indonesia PMI manufakturnya juga meningkat ke 52,4, yang kalau kita tahu selama angkanya di atas 50 berarti ini ada indikasi ekspansi manufaktur,” ungkap Suahasil. Indikator tersebut menunjukkan aktivitas manufaktur kembali berada di zona ekspansi.

Pos terkait