Akademisi Nilai Program Investasi dan Program Sosial Pragib Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional

“MBG bukan hanya sekadar memberi makan, tetapi ekonomi di sekitar dapur, bahkan di desa, juga berputar. Pekerja-pekerja yang tadinya menganggur mendapatkan pekerjaan, emak-emak yang tadinya tidak punya pekerjaan ikut turut membantu,” ujarnya.

Dari sisi ekonomi, Guru Besar Universitas YARSI sekaligus pengamat ekonomi GREAT Institute, Prof. Perdana Wahyu Santosa, menilai stabilitas makroekonomi menjadi modal penting bagi pembangunan nasional. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi hingga kuartal III mencapai 5,29 persen, sementara investasi telah mencapai Rp1.575 triliun atau sekitar 75 persen dari target 2026.

Perdana menilai investasi, industrialisasi, dan hilirisasi berpotensi memperluas aktivitas ekonomi serta menciptakan lapangan kerja. Ia juga menyoroti dampak MBG terhadap rantai pasok pangan, khususnya di wilayah pedesaan.

“Permintaan telur, ayam, daging, sayuran, dan bahan pangan lainnya akan menciptakan multiplier effect terhadap perekonomian, khususnya di pedesaan,” kata Perdana.

Pos terkait