Data Satgas PRR per 9 Oktober 2026 mencatat 20.770 dari 20.803 unit hunian sementara telah rampung, atau sekitar 99,8 persen. Selain itu, sebanyak 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan nasional terdampak telah kembali berfungsi. Sementara itu, progres fisik rehabilitasi 121 fasilitas kesehatan dilaporkan mencapai 74,4 persen.
Capaian tersebut menjadi modal penting untuk melanjutkan pemulihan, meskipun kebutuhan masyarakat masih harus ditangani secara bertahap. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa fasilitas kesehatan, akses transportasi, dan layanan dasar dapat beroperasi secara berkelanjutan agar masyarakat tidak hanya kembali ke tempat tinggalnya, tetapi juga memperoleh akses terhadap pelayanan publik.
Tantangan berikutnya adalah ancaman bencana hidrometeorologi. Banjir dan longsor yang melanda Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan pada 9–10 Oktober menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan harus berjalan bersamaan dengan rehabilitasi. Sekitar 225 keluarga terdampak di Padang, sedangkan Pesisir Selatan menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, dari 11 hingga 24 Oktober.
Sugiono menegaskan dukungan terhadap penguatan mitigasi oleh BNPB dalam menghadapi musim hujan. Koordinasi cepat, kesiapan personel, dan kemampuan mengambil keputusan taktis menjadi unsur penting untuk mengurangi risiko serta melindungi masyarakat.
Keberhasilan pemulihan pada akhirnya diukur dari manfaat nyata yang dirasakan warga: rumah yang aman, infrastruktur yang kembali berfungsi, layanan dasar yang tersedia, dan bantuan yang disalurkan secara bertanggung jawab. Melalui koordinasi pusat dan daerah, kepastian pendanaan, serta pengawasan yang konsisten, pemerintah berupaya memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera berjalan secara terarah, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat terdampak.
)*Penulis Merupakan Pengamat Sosial