Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada 15 Oktober 2026 menyebut cadangan beras pemerintah sebesar 4,5 juta ton sebagai rekor tertinggi untuk periode Oktober sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas pangan, terutama ketika sebagian wilayah menghadapi musim kemarau dan potensi penurunan produktivitas pertanian.
Kementerian Pertanian mencatat sekitar 30 ribu hektare lahan mengalami kekeringan. Kondisi ini menunjukkan bahwa besarnya cadangan beras tidak boleh mengurangi kewaspadaan terhadap ancaman produksi. Cadangan berfungsi sebagai perlindungan jangka pendek, sedangkan keberlanjutan swasembada bergantung pada kemampuan menjaga produktivitas, memperkuat infrastruktur pertanian, dan mengurangi ketergantungan terhadap kondisi cuaca.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, pemerintah mengandalkan pompanisasi, perbaikan jaringan irigasi, optimalisasi lahan, serta penggunaan benih varietas tahan kering. Kementerian Pertanian juga mendorong metode pertanian modern yang dinilai berpotensi meningkatkan produktivitas. Kombinasi kebijakan tersebut penting agar lahan tetap produktif dan petani memiliki dukungan teknis ketika ketersediaan air menurun.
Dari perspektif kebijakan publik, langkah mitigasi perlu dilaksanakan secara terintegrasi. Pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan penumpukan stok di gudang, tetapi juga perlu memastikan bantuan sarana produksi tersedia tepat waktu, sistem irigasi berfungsi, dan informasi cuaca dapat digunakan petani untuk menyesuaikan jadwal tanam. Dengan pendekatan tersebut, risiko gagal panen dapat ditekan sebelum berdampak lebih luas terhadap pasokan dan harga pangan.
Penguatan cadangan juga perlu diimbangi dengan penyerapan hasil panen petani. Sepanjang 2026, Bulog mencatat penyerapan gabah dan beras setara beras mencapai 4,112 juta ton, atau 102,8 persen dari target 4 juta ton berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2026. Penyerapan tersebut membantu menjaga ketersediaan stok pemerintah sekaligus menyediakan kepastian pasar bagi petani ketika panen berlangsung.