ALOR, WARTAALOR.COM – Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menjadi sorotan publik menyusul belum terealisasinya rencana audit terhadap dugaan persoalan pengadaan ternak yang bersumber dari Dana Desa di Desa Margeta, Kecamatan Abad Selatan, dan Desa Tasi, Kecamatan Lembur.
Padahal, rencana pemeriksaan oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Irda Alor terhadap kedua desa tersebut telah disampaikan sejak Agustus 2026. Namun, hingga Kamis (15/10/2026), belum ada kepastian mengenai waktu pelaksanaan pemeriksaan lapangan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai keseriusan Irda Alor dalam menindaklanjuti berbagai informasi dan temuan investigasi media terkait dugaan ketidaksesuaian pengadaan ternak yang dibiayai melalui Dana Desa.
Bahkan, lambannya tindak lanjut tersebut memicu dugaan dan spekulasi di ruang publik mengenai kemungkinan adanya hubungan tidak sehat atau kongkalikong antara pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengadaan ternak. Meski demikian, dugaan tersebut belum didukung bukti yang dapat memastikan adanya persekongkolan dan tidak dapat dianggap sebagai fakta yang telah terbukti.
Inspektur Irda Kabupaten Alor, Romelus Djobo, S.E., sebelumnya telah beberapa kali menyampaikan kepada wartawan bahwa pemeriksaan terhadap pengelolaan Dana Desa di Margeta dan Tasi akan dilakukan dalam waktu dekat.
Namun, hingga pertengahan Oktober 2026, pemeriksaan lapangan yang dinantikan belum juga memperoleh kepastian waktu.
Pada Kamis (15/10/2026), wartawan kembali mengonfirmasi Romelus Djobo melalui pesan WhatsApp untuk meminta penjelasan mengenai kepastian Tim APIP turun ke lapangan guna memeriksa dugaan persoalan pengadaan ternak di kedua desa tersebut.
Menanggapi pertanyaan itu, Romelus kembali menyampaikan bahwa pemeriksaan belum dilakukan.
“Nanti dulu kk (wartawan),” ujar Romelus singkat melalui pesan WhatsApp.
Jawaban tersebut belum menjelaskan alasan penundaan maupun jadwal pasti pelaksanaan audit. Hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut dari Irda Alor mengenai kendala yang menyebabkan pemeriksaan terhadap kedua desa tersebut belum terlaksana.
Sebelumnya, kinerja Irda Alor juga menjadi perhatian publik setelah sejumlah pemberitaan investigasi media ini mengungkap berbagai persoalan yang diduga berkaitan dengan pelaksanaan program pengadaan ternak menggunakan Dana Desa di beberapa wilayah Kabupaten Alor.
Persoalan yang disoroti antara lain dugaan ketidaksesuaian jumlah ternak dengan dokumen perencanaan atau laporan realisasi, penerima manfaat yang belum memperoleh ternak, dugaan ketidaksesuaian kualitas ternak, hingga pertanyaan mengenai kewajaran harga pengadaan.
Sampai saat ini, Desa Tanglapui Timur, Kecamatan Alor Timur, disebut sebagai satu-satunya desa yang telah menjalani pemeriksaan oleh Tim APIP Irda terkait persoalan yang disoroti media ini. Sementara pemeriksaan terhadap sejumlah desa lainnya belum memperoleh kepastian.
Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai tindak lanjut lembaga pengawasan daerah terhadap informasi yang berpotensi berkaitan dengan akuntabilitas penggunaan anggaran publik.
Masyarakat berharap Irda tidak hanya melakukan pemeriksaan dokumen secara administratif, tetapi juga melaksanakan pemeriksaan fisik dan verifikasi langsung terhadap realisasi pengadaan ternak di desa-desa yang menjadi sorotan.
Kritik Masyarakat Bermunculan di Media Sosial
Lambannya kepastian pemeriksaan turut memunculkan kritik dari sejumlah pengguna media sosial. Dalam kolom komentar pada pemberitaan media ini yang dibagikan melalui Facebook, Selasa (24/8/2026), Didy Lakamey mempertanyakan efektivitas audit apabila tidak disertai independensi dan integritas pihak yang melakukan pemeriksaan.
“Audit ju sama saja klo kongxkong na hampao, irda lagi niang,” tulis Didy Lakamey.
Pernyataan tersebut merupakan pendapat pribadi yang mencerminkan kekecewaan terhadap lambannya penanganan persoalan yang disoroti. Namun, komentar itu tidak dapat dijadikan bukti adanya kongkalikong antara Irda, pendamping desa, maupun pihak penyedia ternak.
Pengguna Facebook lainnya, Bram Fanating, juga meminta agar pemeriksaan segera dilakukan.
“Ya.s7…cepat lebi bagus….” tulisnya.
