“Perlinsos harus menjadi jalan menuju kemandirian, bukan menciptakan ketergantungan. Sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan sosial karena sumber daya yang mereka miliki,” terangnya.
Arah tersebut diperkuat Kementerian Sosial melalui Perlinsos Digital yang membuka registrasi ulang sekaligus memutakhirkan data penerima PKH dan BPNT. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan sistem tersebut memberi akses pendaftaran luas, sementara kelayakan ditentukan melalui mekanisme digital.
“Pintu pendaftaran terbuka bagi siapa pun, sistem yang menilai kelayakan. Perlinsos Digital adalah game changer. Warga mendaftar, sistem yang akan memverifikasi dan menilai, lalu ditetapkan layak atau tidak layak dengan alasan yang jelas,” kata Gus Ipul.
Pemerintah menargetkan sekitar 48 juta keluarga atau 50 persen penduduk terdaftar. Hingga akhir September, lebih dari 5,6 juta keluarga telah mendaftar dengan dukungan lebih dari 289 ribu Agen Perlinsos. Pemerintah juga membuka peluang penyesuaian kuota bansos setelah data semakin solid dan tervalidasi.