Pembenahan tersebut membuat pelaksanaan MBG semakin tepat sasaran, termasuk melalui penataan SPPG, prioritas wilayah 3T dengan angka stunting tinggi, serta penguatan layanan bagi balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok prioritas lainnya.
Per 16 September 2026 Data BGN mencatat realisasi Program Pemenuhan Gizi Nasional mencapai 63,89%, sedangkan Program Dukungan Manajemen mencapai 60,71%. Berdasarkan jenis belanja, realisasi belanja pegawai mencapai 64,33%, belanja barang 63,82%, dan belanja modal 71,03%. Sementara berdasarkan fungsi, realisasi fungsi ekonomi sebesar 61,28%, fungsi kesehatan 65,80%, dan fungsi pendidikan 63,68%.
Dalam APBN 2027 yang telah disahkan DPR pada 29 September 2026, Badan Gizi Nasional dialokasikan anggaran sebesar Rp240,2 triliun di mana Rp232,8 triliun difokuskan langsung untuk pemenuhan gizi nasional. Program ini ditargetkan menjangkau 72,4 juta jiwa (dengan target jangka panjang mencapai 83–85 juta penerima manfaat secara nasional.