JAKARTA – Pemerintah terus mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan manfaatnya terhadap perbaikan status gizi anak dapat diukur berdasarkan data. Evaluasi dilakukan bersamaan dengan pembenahan kualitas makanan, pelayanan, serta pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Hariqo Satrio mengatakan penurunan angka stunting di sejumlah daerah tidak dapat serta-merta diklaim sebagai dampak MBG. Menurutnya, perbaikan status gizi dipengaruhi berbagai intervensi kesehatan sehingga membutuhkan pengukuran yang lebih menyeluruh.
“Kita harus memverifikasi data dan pernyataan sebelum menyimpulkan keberhasilan program tertentu dalam menurunkan angka stunting secara nasional,” kata Hariqo.
Pemerintah, lanjutnya, menantikan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) untuk memperoleh gambaran lebih utuh mengenai perkembangan status gizi masyarakat.