Dukungan TNI juga menjadi bagian penting dari operasi terpadu tersebut. Sejumlah pesawat TNI Angkatan Udara dikerahkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, terutama dalam mendukung operasi udara dan pemadaman dari kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Keterlibatan TNI menunjukkan bahwa kemampuan pertahanan negara dapat dimobilisasi untuk kepentingan kemanusiaan dan perlindungan masyarakat ketika menghadapi bencana berskala luas.
Kepala Bidang Penerangan Umum Pusat Penerangan TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi mengatakan Kesiapsiagaan dan pengerahan personel tersebut merupakan wujud komitmen TNI untuk senantiasa hadir membantu pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana karhutla
Pada saat yang sama, Kementerian PU turut memainkan peran dalam mendukung penanganan karhutla melalui kapasitas dan infrastruktur yang dimiliki. Perkembangan terbaru menunjukkan pemerintah menangani titik kebakaran di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. Di Jambi, misalnya, tim gabungan melakukan pemadaman terhadap kebakaran di kawasan Tahura Senami, Batanghari, dengan luasan sekitar 100 hektare. Penanganan juga dilakukan terhadap titik api di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan Masyarakat
Sinergi lintas sektor tersebut menjadi semakin penting karena karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan. Dampaknya dapat menjalar kepada kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, transportasi, perekonomian, hingga kualitas udara. Karena itu, keselamatan masyarakat ditempatkan sebagai prioritas dalam operasi pengendalian karhutla. Pemerintah juga memperkuat kolaborasi dengan Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan, pelaku usaha, pemerintah daerah, serta masyarakat di sekitar wilayah rawan kebakaran.