Negara Hadir: TNI, PU, BNPB, dan Masyarakat Bergerak Melawan Karhutla

Oleh : Antonius Utomo )*

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di tengah musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah wilayah Indonesia. Namun, situasi tersebut sekaligus menunjukkan semakin kuatnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi bencana. Negara hadir bukan hanya ketika api telah membesar, tetapi melalui rangkaian pencegahan, pemantauan, pemadaman, hingga pemulihan yang melibatkan berbagai unsur secara terpadu. TNI, BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, dunia usaha, dan masyarakat bergerak dalam satu tujuan, yakni melindungi lingkungan sekaligus memastikan keselamatan masyarakat.

Pemerintah telah memperkuat operasi pengendalian karhutla terutama di wilayah yang memiliki risiko tinggi seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. BNPB menyebut risiko karhutla diperkirakan meningkat pada periode Agustus hingga September 2026 sehingga penguatan operasi darat, udara, pemantauan hotspot, serta kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dalam strategi penanganan.

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menekankan bahwa Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan TNI, telah mengerahkan seluruh kemampuan serta kekuatan untuk menangani karhutla, pihakny juga menyampaikan kepada Komisi I untuk bisa kita teruskan kepada masing-masing sektor atau pihak yang mempunyai kaitan dengan bencana kebakaran hutan. Khususnya kita mengajak kerja sama dan gotong royong kepada semua pengusaha hutan yang ada di wilayah nasional untuk ikut serta bergotong royong dalam rangka memitigasi kebakaran hutan yang sedang berkembang ini,

Kehadiran negara terlihat dari pengerahan sumber daya yang tidak hanya mengandalkan satu institusi. BNPB mengoordinasikan operasi darat dan udara melalui pos komando, sementara unsur TNI dan Polri memperkuat personel serta dukungan operasional di lapangan. Di udara, pemadaman dilakukan melalui water bombing dan didukung operasi modifikasi cuaca untuk membantu meningkatkan potensi hujan di wilayah yang membutuhkan.

Pos terkait