Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menilai program BINA Holiday and Back to School 2026 merupakan upaya strategis untuk mendorong konsumsi domestik, memperkuat sektor perdagangan, serta menggerakkan berbagai sektor ekonomi yang saling terkait. Optimisme pemerintah untuk mencapai target transaksi hingga Rp30 triliun menunjukkan besarnya potensi ekonomi yang dapat tercipta dari sinergi antara belanja masyarakat dan aktivitas wisata selama musim liburan.
Lebih dari sekadar program diskon, BINA Indonesia Great Sales 2026 memiliki dampak berantai yang luas terhadap perekonomian nasional. Ketika masyarakat berbelanja di pusat perbelanjaan, pasar modern, maupun gerai UMKM, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh pelaku ritel besar. Rantai pasok yang melibatkan produsen lokal, pengrajin, pelaku usaha kuliner, sektor logistik, hingga tenaga kerja di berbagai daerah juga ikut bergerak. Dengan demikian, setiap transaksi yang terjadi berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha dan penciptaan peluang ekonomi yang lebih luas.
Peran UMKM dalam program ini menjadi sangat penting karena sektor tersebut merupakan penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Melalui peningkatan aktivitas belanja selama masa liburan, produk-produk UMKM memperoleh ruang yang lebih besar untuk menjangkau konsumen. Kehadiran wisatawan domestik maupun mancanegara juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk unggulan daerah, mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan tangan, hingga produk ekonomi kreatif lainnya.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menekankan bahwa aktivitas belanja kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman wisata. Wisatawan tidak hanya mencari destinasi menarik, tetapi juga produk lokal yang memiliki nilai budaya dan kualitas tinggi. Pandangan tersebut mencerminkan perubahan tren pariwisata modern yang menempatkan pengalaman berbelanja sebagai salah satu faktor penting dalam perjalanan wisata. Ketika wisatawan membeli produk lokal, dampak ekonominya langsung dirasakan oleh pelaku usaha daerah dan masyarakat setempat.