Menurut Walter Datemoli, pengendalian emosi dan perilaku generasi muda membutuhkan dukungan ekonomi, pendidikan, dan kegiatan produktif agar mereka tidak terjerumus dalam konflik sosial.
Ia juga menyampaikan bahwa korban tawuran seharusnya tetap mendapatkan perhatian dan penanganan dari pemerintah, termasuk dalam hal pengobatan, karena tidak semua korban dapat dengan mudah diidentifikasi sebagai pelaku atau pemicu konflik.
“Mereka bukan jagoan film laga, mereka adalah korban dari kegagalan kita. Jangan sampai suara mereka menggema seperti lagu Iwan Fals yang menegur pemimpin agar memperbaiki moral dan akhlak dalam mengelola kekuasaan,” tulisnya.
Walter Datemoli menutup pernyataannya dengan mengajak semua pihak, terutama pemerintah, untuk memperbaiki cara mengelola kekuasaan dan menjadi teladan yang baik bagi masyarakat.
Menurutnya, tawuran yang terjadi saat ini merupakan cerminan dari wajah perpolitikan daerah yang harus segera dibenahi agar tidak terus berdampak pada kehidupan sosial masyarakat.
