Tawuran Anak Muda di Kalabahi Dinilai Cerminan Wajah Perpolitikan dan Pemerintah Gagal Menjadi Teladan yang Baik

Ilustrasi tawuran antar anak muda

Ia juga menegaskan bahwa solusi terhadap persoalan tawuran sebenarnya sederhana, yakni melalui peran orang tua, pemerintah, dan tokoh agama dalam memberikan bimbingan serta menjadi teladan yang baik bagi generasi muda. Namun, menurutnya, ketiga unsur tersebut dinilai belum maksimal menjalankan perannya sebagai patron sosial di masyarakat.

Walter Datemoli juga menyoroti kondisi perpolitikan daerah yang dinilainya belum memberikan contoh yang baik bagi masyarakat. Konflik antar elit politik, perebutan kepentingan proyek, hingga isu-isu yang bernuansa primordial seperti suku dan kelompok disebut turut memperburuk situasi sosial di Kabupaten Alor.

Ia menilai bahwa konstelasi politik yang sarat konflik dan skandal moral telah menjadi contoh buruk bagi masyarakat, terutama generasi muda, sehingga berdampak pada meningkatnya solidaritas kelompok yang berujung pada konflik sosial seperti tawuran.

“Konstelasi perpolitikan kita terlanjur menunjukkan wajah konflik antar elit yang tidak pernah berakhir, perebutan jatah proyek, serta pemerintahan yang diisi oleh orang-orang yang bermasalah. Ini menjadi patron buruk bagi masyarakat dan generasi muda,” tulisnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tawuran merupakan tanggung jawab pemerintah sebagai bagian dari masalah sosial yang harus ditangani secara serius, terutama melalui pengentasan kemiskinan, peningkatan pendidikan, pengurangan pengangguran, serta pembinaan moral dan spiritual masyarakat.

Pos terkait