KALABAHI, WARTAALOR.COM – Seorang aktivis muda asal Kabupaten Alor, Ebenhaezer Tung Sely, menyoroti sikap Ketua DPRD Kabupaten Alor, Paulus Brikmar, yang diduga melontarkan kritik terhadap Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, melalui unggahan di media sosial Facebook. Menurut Ebenhaezer, tindakan tersebut dinilai kurang tepat karena dilakukan di ruang publik, bukan melalui mekanisme kelembagaan yang tersedia.
Dalam pernyataannya melalui akun TikTok pada Senin (16/3/2026), Ebenhaezer mempertanyakan komitmen para pemimpin daerah dalam menjaga stabilitas pemerintahan daerah. Ia menilai, hubungan antara lembaga legislatif dan eksekutif seharusnya dibangun secara konstruktif demi kemajuan Kabupaten Alor.
“Bagaimana Kabupaten Alor bisa maju jika pimpinan lembaga legislatif yang seharusnya menjadi mitra kerja pemerintah daerah justru saling menyerang di media sosial,” ujarnya.
Ebenhaezer menjelaskan, kritik yang disampaikan Ketua DPRD berkaitan dengan keberadaan Wakil Bupati Alor yang disebut-sebut tidak berada di daerah. Namun menurutnya, kepergian Wakil Bupati tersebut merupakan perjalanan pribadi untuk menjenguk anggota keluarganya (kakak) yang sedang sakit di Surabaya.
Ia menuturkan bahwa sebelum berangkat, Wakil Bupati Rocky Winaryo telah mengantongi izin dari Bupati Alor. Bahkan, menurutnya, kondisi keluarga yang dijenguk dalam keadaan cukup memprihatinkan.
“Memang benar saat melakukan video call terlihat kakaknya dalam kondisi sakit dan terbaring lemah. Namun setelah Wakil Bupati memberikan klarifikasi, pernyataan dari Ketua DPRD kembali disampaikan di media,” katanya.
Lebih lanjut, Ebenhaezer juga menyoroti kondisi Kabupaten Alor yang menurutnya tengah menghadapi berbagai persoalan sosial dan pemerintahan. Ia menilai, situasi tersebut seharusnya menjadi perhatian bersama antara eksekutif dan legislatif untuk mencari solusi, bukan memperkeruh suasana melalui pernyataan yang bersifat saling menyerang.
Menurutnya, sejumlah persoalan seperti meningkatnya tawuran antar pemuda, dinamika pemerintahan akibat kondisi kesehatan Bupati Alor, hingga berbagai tantangan pembangunan daerah membutuhkan kerja sama yang kuat antar lembaga.
Di sisi lain, ia mengapresiasi sejumlah upaya yang disebutnya telah diperjuangkan oleh Wakil Bupati Alor, termasuk pembangunan pabrik porang serta sinyal dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk bantuan renovasi Gedung Olahraga (GOR) Alor yang diperkirakan mencapai Rp16 miliar.
“Itu merupakan peluang besar bagi daerah dan perlu mendapat dukungan bersama,” ujarnya.
Ebenhaezer juga menegaskan bahwa DPRD memiliki kewenangan formal dalam melakukan fungsi pengawasan terhadap pemerintah daerah, termasuk melalui mekanisme Rapat Dengar Pendapat (RDP). Oleh karena itu, menurutnya, apabila terdapat hal yang dianggap tidak sesuai dalam penyelenggaraan pemerintahan, DPRD dapat memanggil pihak eksekutif melalui forum resmi.
“Jika memang ada persoalan dalam penyelenggaraan pemerintahan, DPRD memiliki kewenangan untuk memanggil kepala daerah maupun wakil kepala daerah dalam forum resmi seperti RDP,” jelasnya.
Ia juga menyinggung dinamika hubungan antara DPRD dan Wakil Bupati yang sempat terjadi dalam rapat paripurna sebelumnya. Menurutnya, pada saat itu Wakil Bupati hadir mewakili Bupati Alor yang sedang melakukan kunjungan kerja ke luar daerah.
Namun, ia mengklaim terdapat pernyataan dari pihak DPRD yang dinilai menyinggung, dengan menyebut bahwa yang dibutuhkan dalam rapat tersebut adalah kehadiran Bupati.
Ebenhaezer mengingatkan bahwa situasi pemerintahan daerah saat ini membutuhkan sikap kedewasaan dari seluruh pihak agar tidak menimbulkan persepsi publik yang dapat memperkeruh hubungan antar lembaga.
“Yang dibutuhkan masyarakat adalah solusi dan kerja sama untuk membangun daerah, bukan polemik yang berpotensi memperkeruh hubungan antara lembaga pemerintahan,” katanya.
Ia pun mengajak semua pihak untuk melakukan introspeksi dan menjaga stabilitas hubungan antara legislatif dan eksekutif demi kepentingan pembangunan Kabupaten Alor ke depan.
“Semua pihak perlu menahan diri dan fokus pada upaya bersama untuk membangun Alor yang lebih baik,” tutupnya. ***(joka)
