KALABAHI, WARTAALOR.COM – Dinamika hubungan antara Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo dan Ketua DPRD Kabupaten Alor, Paulus Brikmar yang belakangan menjadi perhatian publik dinilai bukan sekadar konflik antar elit politik. Situasi tersebut disebut sebagai akumulasi dari berbagai persoalan pemerintahan daerah yang selama ini terpendam.
Hal ini disampaikan mantan Anggota DPRD Kabupaten Alor dari Fraksi PDI Perjuangan, Walter M.M. Datemoli, dalam unggahan di media sosialnya pada Jumat (13/3/2026).
Menurut Walter, saling balas pernyataan yang diibaratkan sebagai “pantun politik” antara Wakil Bupati dan Ketua DPRD sesungguhnya mencerminkan masalah yang jauh lebih kompleks dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Ia mengibaratkan situasi tersebut seperti fenomena gunung es, di mana konflik yang tampak di permukaan sebenarnya hanya sebagian kecil dari persoalan besar yang ada di dalamnya.
“Ini bukan sekadar konflik antar politisi atau elit. Riak yang terlihat sekarang merupakan akumulasi dari berbagai persoalan pelik dalam pemerintahan daerah yang selama ini terpendam,” tulis Walter.
Wakil Bupati Dinilai Berada dalam Posisi Dilematis
Walter juga menilai publik perlu memahami kegelisahan yang mungkin dirasakan oleh Wakil Bupati Rocky Winaryo. Dalam pandangannya, Wakil Bupati berada pada posisi yang serba sulit dalam menjalankan peran pemerintahan.
Menurutnya, sejak dibatalkannya pelantikan sejumlah pejabat eselon dan setelah Bupati dinyatakan sembuh serta kembali aktif bekerja, terdapat kesan bahwa peran Wakil Bupati dalam pengambilan keputusan strategis semakin terbatas.
“Wakil Bupati seperti ada dan tiada. Ia berada dalam situasi yang dilematis karena nyaris tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan strategis, sementara sejumlah keputusan tetap dikeluarkan atas nama Bupati,” ungkapnya.
Ia bahkan menyebut adanya fenomena “peran pengganti” dalam pengambilan keputusan penting di lingkup pemerintahan daerah, yang menurutnya justru mempersempit ruang peran Wakil Bupati.
Persoalan Pelantikan Sekda Definitif
